Program Pensiun BPJS Ketenagakerjaan Diminati

0
419

2211-- BPJS Ketenagakerjaan
– FUN RUN- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, didampingi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvin G. Masasya, menyerahkan hadiah kepada para pemenang Fun Run BPJS Ketenagakerjaan, Minggu (22/11) di halaman Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Tengah. Foto : ANING KARINDRA

*Kepesertaan Tembus 5,2 Juta

SEMARANG- Meski baru resmi diluncurkan per Juli 2015, program Jaminan Pensiun yang digagas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memiliki peminat yang cukup tinggi. Bahkan, selama 6 bulan terakhir ini, tingkat kepesertaannya sudah mencapai 5,2 juta, atau melebihi target yang hanya dipatok 2,5 juta peserta hingga akhir tahun ini.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Elvin G. Masasya mengatakan, program jaminan pensiun ini memiliki manfaat yang sangat tinggi bagi para pekerja swasta aktif. Pasalnya, melalui program ini setidaknya dapat menghindari pekerja dari resiko-resiko finansial saat pensiun nanti.

“Program Jaminan Pensiun ini iurannya dibayar selama peserta aktif bekerja, yang dibayarkan sebesar 3% dari upah, dimana 2% dibayarkan oleh perusahaan dan 1% dipotongkan dari upah pekerja,” katanya, disela BPJS Ketenagakerjaan Fun Run, yang berlangsung Minggu (22/11), dengan start dan finish di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jalan Pemuda Semarang.

Menurutnya, iuran Jaminan Pensiun akan dibayarkan sampai peserta memasuki masa pensiun di usia 55 tahun. Selanjutnya, peserta akan mendapat pensiunan yang dibayarkan secara rutin setiap bulannya, selayaknya PNS.

“Kalau peserta meninggal dunia, jaminan tersebut diterimakan oleh ahli warisnya, baik istri maupun anak-anaknya yang masih dalam tanggungannya,” ungkapnya.

Program Jaminan Pensiun, lanjutnya, berbeda dengan Jaminan Hari Tua yang hanya diserahkan kepada peserta saat peserta pensiun atau kepada ahli waris saat peserta meninggal. Adapun seluruh perusahaan wajib mengikutsertakan para pekerjanya dalam program ini.

“Seluruh perusahaan wajib mengikutsertakan pekerjanya untuk program Jaminan Pensiun. Dan kami pun juga secara aktif mendorong perusahaan-perusahaan untuk ikut serta mendaftarkan para pekerjanya, melalui tenaga-tenaga pemeriksa dan pengawas di lapangan,” ujarnya.

Dijelaskan, karena sifatnya wajib, maka nanti akan ada sanksi bagi perusahaan kalau tak ikut serta dalam program ini. Sanksinya bisa pencabutan pelayanan publik, maupun sanksi pidana.

“Dari 6 bulan pemberlakuan program Jaminan Pensiun ini, setidaknya sudah memberikan kontribusi premi sebesar Rp1,2 triliun secara nasional,” jelasnya.

Kepala Pemasaran Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jateng,
Taviv Adriyanto menambahkan, khusus di Jateng, Program Jaminan Pensiun ini sangat diminati dan dinanti-nanti oleh pekerja. Melalui program ini, para pekerja merasa terjamin dan memiliki kepastian saat pensiun akan tetap mendapatkan upah.

“Jadi, para pekerja kini lebih tenang dalam bekerja, karena ada kepastian di saat pensiunnya nanti,” imbuhnya.

Taviv mengaku, dari Juli hingga Oktober 2015, sudah ada 350 perusahaan yang mendaftarkan program baru ini, dengan jumlah tenaga kerja sekitar 36.000 peserta. Sedangkan partisipasi tertinggi saat ini masih banyak dilakukan oleh perusahaan skala menengah.

“Untuk Jateng sendiri jumlah kepesertaan Jaminan Pensiun ini mencapai 300% dari target, baik dari sisi perusahaan maupun tenaga kerjanya,” tegasnya.

Sementara itu, BPJS Ketenagakerjaan Fun Run 2015 merupakan program nasional yang digelar di 11 kota besar di Indonesia. Melalui kegiatan ini untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, khususnya pekerja, sekaligus sosialisasi program yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.