Realisasi Penyaluran KUR Baru Rp14 Triliun

0
346
2211-- MENTERI BUMN
– GREBEK PASAR- Menteri BUMN, Rini Soemarno, Minggu (22/11) melakukan blusukan dan berbelanja di Pasar Karangayu bersama Direktur Utama BRI, Asmawi Syam, dalam acara ‘Grebek Pasar Kredit Mikro dan KUR BRI’, di Pasar Karangayu, Semarang, Minggu, (22/11). Foto : ANING KARINDRA

*BRI Sumbang Rp9,3 Triliun

SEMARANG- Pemerintah mencatat, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional sepanjang tahun 2015 ini baru mencapai Rp14 triliun dari target Rp20 triliun. Penyaluran KUR hingga kini pun terus didorong melalui 4 perbankan dibawah Kementrian BUMN, yakni BRI, BNI, Bank Mandiri dan BTN.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan, pihaknya masih optimis target penyaluran KUR hingga akhir tahun dapat melampaui target. Setidaknya, BRI akan memberikan kontribusi KUR sekitar Rp10 triliun, serta dari BNI dan Bank Mandiri masing-masing sekitar Rp3 triliun lagi.

“Kami harapkan sampai akhir tahun kalau bisa total targetnya Rp20 triliun,” katanya, disela acara ‘Grebek Pasar Kredit Mikro dan KUR BRI’, di Pasar Karangayu, Semarang, Minggu, (22/11) kemarin.

Rini pun meminta, bank-bank milik pemerintah untuk terus bekerja keras dan saling bersinergi mendorong penyaluran KUR. Apalagi, dalam menghadapi melemahnya perekonomian saat ini, dan tantangan perdagangan bebas ASEAN.

“Pak Presiden selalu menekankan, bahwa penyaluran KUR harus cepat. Sebab banyak rakyat atau pedagang kecil yang membutuhkan kredit seperti ini,” ujarnya.

Menurutnya, bentuk sinergi tidak sebatas segmentasi pasar, melainkan juga saling bekerjasama dalam hal teknologi. Tujuannya supaya capital expenditure (pengeluaran modal) untuk sistem tidak berganda, sehingga diharapkan dapat menghemat biaya.

“Sebagai contoh, BRI tahun depan sudah akan meluncurkan satelitnya. Tentu harapkannya satelit ini bisa dimanfaatkan oleh bank-bank BUMN lain,” ungkapnya.

Direktur Utama BRI, Asmawi Syam menambahkan, BRI sendiri hingga 22 November 2015 penyaluran KUR telah mencapai Rp9,3 triliun, dengan jumlah nasabah 565.000 orang. Ditargetkan sampai dengan akhir bulan nanti kira-kira bisa naik mencapai 600.000 debitur.

“Tiap hari, di seluruh Indonesia kami mendapatkan nasabah KUR sebanyak 8.000. Kedepan akan terus digenjot dengan target nasabah 10.000 per hari,” imbuhnya.

Asmawi menjelaskan, beberapa inovasi dilakukan untuk percepatan menyalurkan KUR, antara lain melalui pasar-pasar tradisional. Satu diantaranya program Grebek Pasar yang dilakukan di unit-unit kerja BRI di seluruh Indonesia, di bawah kantor Unit BRI, Teras BRI, yang berada di pasar-pasar.

“Grebek pasar ini dilakukan hanya Sabtu dan Minggu. Khusus hari itu semua karyawan BRI  baik back office, front office, marketing bersama-sama masuk ke pasar melakukan grebek, sehingga para pedagang tidak perlu datang antri ke kantor,” jelasnya.

Selain itu, BRI juga merekrut anak pedagang pasar menjadi Sales Person Bisnis Mikro (SPBN), yang diberi pelatihan singkat dan dibekali alat e-Banking BRI untuk mempercepat proses pinjaman, dengan instrumen Loan Approval System (LAS) Mobile. Dalam sehari masing-masing SPBN bisa mendapatkan dua nasabah baru.

“Bunga KUR BRI hanya 0,5% per bulan, proses pencairan mudah, one day service satu hari langsung bisa cair,” pungkasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here