OJK : Pembinaan UMKM Tak Sekedar Pembiayaan

0
371

img_4624.jpegSEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional IV Jawa Tengah-DIY berharap agar pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) oleh lembaga keuangan tidak sekedar untuk pembiayaan. Pasalnya, orientasi pembiayaan pada UMKM justru akan berdampak buruk.

Deputi Direktur Pengawasan Bank OJK Kantor Regional IV Jateng-DIY, Mulyadi mengatakan, seharusnya pembinaan UMKM itu justru lebih kepada upaya agar dapat berkembang bersama. Untuk itu, perlu wadah untuk mengakomidir UMKM, khususnya melalui kelompok-kelompok usaha bersama.
“UMKM dibina bukan dalam rangka memperoleh kredit, tetapi agar dapat berkembang bersama melalui kelompok usaha tersebut,” katanya, disela Diskusi Tantangan dan Pembiayaan UMKM’, yang digelar Jateng Pos bersama OJK, di Hotel Pandanaran Semarang.
Mulyadi menuturkan, sudah banyak terjadi di lapangan ketika pengelompokan usaha dilakukan dalam rangka memperoleh kredit, justru berdampak buruk bagi usaha tersebut. Terutama usaha di sektor pertanian dan perkebunan yang selama ini sangat tergantung dari musim.
“Pengelompokan dan pembinaan usaha ini justru menjadi hancur akibat tidak bertujuan untuk pengembangan tetapi semata-mata agar memperoleh penyaluran kredit,” jelasnya.
Meski demikian, lanjutnya, tidak menutup kemungkinan yang terjadi adalah jika usaha sudah berjalan dengan lancar, perbankan akan tertarik untuk datang dan memberikan penyaluran kredit. Dalam hal ini, perbankan akan memilih usaha yang membutuhkan pembiayaan besar.
“Mereka (perbankan-red) cenderung memilih usaha yang butuh pembiayaan besar, karena jika pembiayaan terlalu kecil akan merugikan perbankan khususnya dari sisi tingginya operasional,” ujarnya.
Ditambahkan, jika UMKM-UMKM tersebut berbentuk kelompok, nantinya juga akan semakin memudahkan kinerja perbankan. Semisal, sekali berkunjung akan banyak UMKM yang bisa terlayani dengan baik.
“Pertimbangan lain perbankan adalah jika usaha yang dijalankan memperoleh omzet besar, pengembalian kredit juga akan lebih mudah dan tidak akan merugikan salah satu pihak,” imbuhnya.
Sementara itu, pihaknya berpendapat bahwa permodalan lebih mudah diperoleh dibandingkan cara memperkuat SDM, produksi, dan pemasaran. Dengan catatan, selama tiga instrumen tersebut berjalan lancar, pasti modal akan datang dengan sendirinya.
“Dalam hal ini pelaku UMKM justru yang akan didatangi oleh lembaga pembiayaan, bukan malah mendatangi lembaga pembiayaan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here