Penyaluran KUR Turun 57%

0
335

kredit-usaha-rakyat
SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jateng-DIY hingga triwulan III/2015 menurutn 57,47%. Realisasi KUR hanya mencapai Rp3.183 miliar, menurun jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp7.483 miliar.

Kepala Kantor Wilayah OJK Jateng-DIY, Santoso Wibowo mengatakan, penurunan KUR ini juga disertai dengan peningkatan rasio non performing loan (NPL) yang mencapai 4,45%. Sedangkan pada akhir tahun lalu, rasio NPL hanya sebesar 1,78%.

“Jika dilihat berdasarkan sektor, penyaluran KUR tersebut juga menurun dengan penurunan terbesar pada sektor perdagangan besar dan eceran sebesar 55,80% dibandingkan triwulan III/2014 lalu dengan komposisi sebesar 76,60% dari total KUR,” katanya, kemarin.

Ditambahkan, seiring berjalannya waktu, belum terdapat kepastian pedoman KUR yang baru. Perekonomian yang melambat, turut menjadi penyebab penurunan penyaluran KUR tersebut.

“Namun begitu, pada tanggal 9 September 2015 dan 5 Oktober 2015 lalu, pemerintah telah mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi I dan III, yang salah satunya untuk mendorong perkembangan UMKM dengan memberikan stimulus berupa KUR,” imbuhgnya.

Melalui kebijakan tersebut, lanjutnya, diharapkan turut mendongkrak penyaluran KUR. Apalagi, pada tahun 2016 nanti, pemerintah juga akan menambah jumlah alokasi dana KUR menjadi Rp120 triliun, dengan penurunan bunga menjadi 9%.

“Semua itu dimaksudkan untuk semakin mendorong perkembangan sektor
UMKM,” terangnya.

Menurutnya, pada Paket Kebijakan Ekonomi I tersebut, pemerintah memberikan kebijakan untuk mempercepat investasi sektor properti bagi masyarakat berpendapatan rendah, yaitu dengan mempercepat penyaluran KUR, dengan menurunkan suku bunga dari 22% menjadi 12% per tahun.

Sedangkan pada Paket Kebijakan Ekonomi III, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memperluas penerima KUR, yaitu keluarga atau pegawai yang memiliki penghasilan tetap sepanjang memiliki usaha produktif.

Sementara, KUR merupakan program pemerintah berupa fasilitas penjaminan khusus bagi usaha masyarakat kecil dan menengah (UMKM), yang tidak mempunyai agunan cukup, dalam rangka memenuhi persyaratan perbankan. Tujuan dari KUR ini adalah dalam rangka meningkatkan akses UMKM pada sumber pembiayaan modal kerja dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, pengentasan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja.

“Skim kredit ini disediakan hanya oleh bank bank yang ditunjuk oleh pemerintah, yaitu Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, Bank Tabungan Negara, Bank Bukopin, termasuk BPD Jateng,” pungkasnya.(aln)

Berita sebelumyaCitraSun Garden Tawarkan Compact House
Berita berikutnyaLG Serius Garap Pasar B2B
Aning Karindra (Alin) || Blogger || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08112706668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Path : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.