Ekonomi Syariah Perlu Dikembangkan

0
310

image

SEMARANG- Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah V Jawa Tengah-DIY menyatakan ekonomi syariah perlu dikembangkan sebagai pelengkap ekonomi konvensional. Hal ini mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia, salah satunya Jawa Tengah beragama Islam.

“Sebagai seorang muslim sudah seharusnya mengikuti ajaran tersebut,” kata Deputi BI Kanwil V Jateng-DIY, Ananda Pulungan, saat membuka diskusi publik pondok pesantren sebagai agen dan kunci kesuksesan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Semarang, kemarin.

Menurutnya, agen yang cukup tepat untuk memasyarakatkan syariah adalah pondok pesantren. Berdasarkan data dari Departemen Agama Jateng, hingga saat ini ada 4.500 pondok pesantren dan 638 ribu santri pondok pesantren di Jawa Tengah.

“Melihat data tersebut menjadi modal yang tepat untuk pengembangan ekonomi syariah. Ke depan diharapkan pondok pesantren dapat beriringan dengan sistem perbankan dan nantinya sistem keuangan pondok pesantren juga dapat terhubung dengan sistem perbankan,” ungkapnya.

Ananda menjelaskan, hingga saat ini aktivitas perbankan syariah masih relatif kecil jika dibandingkan dengan sistem perbankan konvensional. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, pangsa pasar perbankan syariah untuk Jawa Tengah baru 6 persen dari keseluruhan pangsa pasar perbankan.

“Oleh karena itu, kami menilai potensi pengembangan perbankan syariah di Jawa tengah masih sangat besar. Masih banyak ruang untuk mengeksplor sektor perbankan tersebut,” jelasnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, BI juga berusaha mempertemukan perbankan syariah dengan pondok pesantren. Diharapkan setelah santri memiliki kemampuan untuk berwirausaha, perbankan dapat membuka pintu untuk akses permodalan para santri.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.