Pelanggan Listrik Subsidi Dipangkas Jadi 4 Juta

0
231

*Hanya Untuk Rumah Tangga Miskin dan Rentan Miskin

SEMARANG – Jutaan warga di Jawa Tengah dan DIY yang sebelumnya menikmati listrik bersubsidi kini harus gigit jari. Pasalnya, pemerintah telah menetapkan jika subsidi listrik hanya diperuntukkan 4 juta pelanggan rumah tangga yang masuk kategori rumah tangga miskin dan rentan miskin, sesuai data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIY, Supriyono mengatakan, sejauh ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sudah menyerahkan data rumah tangga miskin dan rawan miskin pengguna listrik 900 Volt Ampere (VA) ke PLN. Namun begitu, untuk wilayah Jateng dan DIY sendiri belum ada kepastian data siapa saja yang berhak menerima subsidi listrik.

“Dari data Kementerian ESDM, ada sekitar 4.016.984 rumah tangga miskin dan dan rentan miskin yang berhak mendapatkan subsidi. Data tersebut di dapatkan dari pemutakhiran basis data terpadu 2015 yang dilakukan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K),” katanya.

Data tersebut, lanjutnya, jauh dibawah data PLN untuk pengguna Listrik bersubsidi yang mencapai 22.639.000 rumah tangga.
Sedangkan untuk wilayah Jateng dan DIY sendiri, jumlah pelanggan PLN mencapai 9,5 juta pelanggan, dengan pengguna listrik bersubsidi mencapai lebih dari 8 juta pelanggan.

“Pelanggan subsidi di Jateng-DIY selama ini rinciannya 5.301.168 pelanggan pengguna listrik 450 VA, dan 3.465.250 pelanggan 900 VA,” ujarnya.

Ditambahkan, terkait aturan tersebut PLN akan melakukan pemadanan data pelanggan dengan data TNP2K. Pendataan akan dilakukan oleh tim mulai dari Rayon atau ranting, dan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait, untuk memastikan data TNP2K terdistribusi dengan tepat.

“Penyamaan data ini akan kami lakukan mulai Januari mendatang. Dengan adanya pengurangan jumlah subsidi ini, akan banyak pelanggan yang terkena dampaknya,” imbuhnya.

Menurutnya, bagi masyarakat miskin dan rentan miskin yang tidak terdaftar di dalam data TN2KP dan merasa keberatan, dapat melapor ke kantor kelurahan setempat. Permintaan hanya bisa diproses apabila menyertakan salah satu dari dokumen yang dikeluarkan pemerintah, seperti surat keterangan miskin atau kartu keluarga sejahtera, Kartu Perlindungan Sosial, Kartu Indonesia Sehat, dan kartu Indonesia Pintar.(aln)

Berita sebelumyaTrafik XL Naik 30%
Berita berikutnyaLenovo Fokus Bidik Gamer
Aning Karindra (Alin) || Blogger || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08112706668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Path : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here