TPID Jateng Siap Perkuat Kecukupan Stok

0
332

SEMARANG – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah menyatakan kesiapannya dalam mempetkuat kecukupan stok di wilayahnya masing-masing. Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi wilayah (Rakorwil) dan competency building, di Hotel Crown Semarang, Senin (21/12).

Kegiatan ini sekaligus diisi penandatanganan kerjasama perdagangan antar daerah komoditas bawang merah, serta sosialisasi dan uji coba hasil pengembangan Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (SiHaTi). SiHaTi memungkinkan pantauan harga dan virtual meeting antar TPID dan pemangku kepentingan daerah dalam rangka koordinasi pengendalian inflasi.

“MoU kerjasama perdagangan bawang merah antara Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) di Brebes, Kendal, dan Demak dengan pedagang pasar Johar ini merupakan wujud komitmen TPID Jateng dalam mendukung kecukupan pasokan bawang merah di Kota Semarang dan memotong mata rantai perdagangan bawang merah yang selama ini dinilai masih belum efisien,” kata Iskandar Simorangkir, Wakil Ketua TPID Jateng.

Menurutnya, dengan rantai distribusi yang efisien, produsen dan petani dapat menikmati harga yang lebih baik. Begitu pula masyarakat konsumen dapat menikmati harga barang yang lebih rendah.

“Disamping itu, kerjasama perdagangan antar daerah juga tidak sebatas pemenuhan ketersediaan pasokan, tetapi juga mencakup tukar menukar data atau informasi harga dan pasokan baik dari sisi produsen (petani) maupun konsumen (pedagang),” ungkapnya.

Ditambahkan, komodotas bawang merah sengaja dipilih karena Jateng merupakan daerah sentra utama penghasil bawang merah, yaitu dengan produksi sekitar 42 % dari total produksi nasional. Namun di sisi lain, komoditas bawang merah masih menjadi komuditas utama penyumbang inflasi di Jateng.

Sementara, selain ditandatangani oleh Sekretaris Daerah Jateng selaku Ketua TPID, MoU juga ditandatangani oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng sebagai inisiator, Kepala Disperindag Kota Semarang, Kepala Dinas Pasar Kota Semarang, sebagai dinas teknis yang memiliki kewenangan terhadap perdagangan dan sarana prasarana pasar Johar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sri Puryono menuturkan, dengan penandatanganan MoU ini diharapkan pihak-pihak yang terlibat dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai kewenangan masing-masing. Ke depan kerjasama perdagangan yang telah dilakukan ini dapat diduplikasikan untuk kerjasama serupa pada komoditas penyumbang inflasi di Jateng lainnya yang dilaksanakan antar daerah baik, di Jateng maupun lintas provinsi.

“TPID Jateng siap menjadi fasilitator apabila terdapat usulan kerjasama dari TPID Kabupaten/Kota lain di Jateng. Susai tujuan TPID mencapai inflasi yang rendah dan stabil melalui kecukupan pasokan komoditas pangan strategis,” pungkasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.