Telkom Garap ‘Cyber Province’ Jateng

0
372

*MoU dengan Gubernur Jateng

image

– TANDA TANGAN MoU- Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, dan Executive Vice President (EVP) Telkom Regional IV, Rosyidul Umam Aly, menandatangani MoU Cyber Province, disaksikan Direktur Enterprise & Business Services Telkom, Muhammad Awaluddin, pekan kemarin. Foto : ANING KARINDRA.

SEMARANG- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui Telkom Regional  IV Jateng-DIY semakin menguatkan komitmennya untuk mendukung pemerintahan Jateng dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Salah satu langkah yang ditempuh yakni melalui penerapan Jateng sebagai ‘Cyber Province’.

“Program ini diaplikasikan melalui melalui berbagai program pemanfaatan Information and Commuication Technology (ICT),” kata Rosyidul Umam Ali, Executive Vice President (EVP) Telkom Regional IV, Rosyidul Umam Aly, usai penandatanganan MoU Cyber Province, bersama Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, pekan kemarin.

Menurutnya, untuk mewujudkan cyber province, Telkom dan pemerintah provinsi Jateng telah sepakat untuk bekerjasama mengembangkan dan mengimplementasikan program tersebut. 

Direktur Enterprise & Business Services Telkom, Muhammad Awaluddin menambahkan, Telkom sangat menyadari, sebagai perusahaan milik negara yang mempunyai layanan terlengkap untuk Smart City, harus mengambil peran dalam mensupport pemerintah untuk mengimplementasikan Smart City yang modern, efisien, efektif, dan sesuai kondisi kebutuhan spesifik masing-masing wilayah dengan kearifan lokalnya. 

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, sangat mengapresiasi atas adanya MoU tersebut. Menurutnya, Jawa Tengah memang harus menuju cyber province agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan pelayanan yang baik dan memuaskan, khususnya pelayanan di bidang kesehatan dan pendidikan.
 
“Di bidang kesehatan masih banyak keluhan yang disampaikan masyarakat, terutama pengguna kartu BPJS. Bahkan, saya pernah mendapat aduan melalui facebook dari pasien yang mendapat pelayanan buruk saat meminta selimut kepada petugas rumah sakit,” ujarnya. 

Dengan bantuan sistem informasi dari Telkom berupa smart health, lanjut Ganjar, diharapkan dapat memperbaiki pelayanan di rumah sakit milik Pemprov Jawa Tengah yang dinilai masih kurang memuaskan.
 
“Smart health kira-kira ini bagaimana caranya masyarakat yang sakit, kalau ingin lapor menjadi gampang, dan kalau antri tidak perlu ambil karcis, tapi cukup tekan jempol saja,” harapnya.
 
Ganjar berharap sistem smart health tersebut sekaligus dapat diintegrasikan dengan sistem-sistem yang dimilikinya, seperti sistem informasi tempat tidur, sistem informasi kematian ibu hamil dan kematian bayi baru melahir, serta program intip orang hamil yang ada di Dinas Kesehatan Jawa Tengah. Sehingga sistem itu dapat berjalan lebih optimal.
 
Sementara untuk pelayanan di bidang pendidikan melalui smart education, Ganjar menginginkan agar dapat terintegrasi dengan sistem kemiskinan. Pasalnya, angka kemiskinan di Jawa Tengah masih mencapai 4.5 juta jiwa.

“Angka kemiskinan dapat diturunkan dengan memberikan fasilitas pendidikan kepada siswa-siswa dari keluarga miskin. Tidak hanya diberi fasilitas, para siswa tersebut juga harus mendapat jaminan bahwa beasiswa melalui CSR atau pun APBD benar-benar digunakan untuk pendidikan siswa tersebut,” bebernya.
 
Selain bantuan dua sistem diatas, Pemprov Jawa Tengah juga akan mendapat bantuan dari PT Telkom berupa smart office, smart survailance, dan smart public services. Ganjar berharap bantuan sistem informasi tersebut dapat segera direalisasikan agar masyarakat dapat mengaksesnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.