BRI Garap Pasar Bisnis Pupuk

0
331

image

– DISTRIBUTOR PUPUK- Bank BRI dan PT Pusri (Persero), Kamis (16/6), melakukan ‘Business Gathering’, bersama para distributor pupuk wilayah Jateng, di Hotel Aston Semarang. Foto : ANING KARINDRA.

SEMARANG– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kini mulai menggarap pasar bisnis pupuk di seluruh Indonesia, dengan menggandeng PT Pupuk Indonesia Group. Langkah ini ditempuh seiring potensi pasar yang menjanjikan, khususnya tingginya transaksi pupuk.

Vice President Bisnis Ritel dan Menengah BRI Pusat, Noery Herijanti mengatakan, dalam menggali peluang pasar di bisnis pupuk ini, secara nasional BRI menggandeng PT Indonesia yang membawahi 4 perusahaan pupuk, diantaranya PT Pupuk Sriwijaya (Persero). Melalui kerjasama ini, diharapkan akan memberikan kemudahan pelayanan penerimaan pembayaran atas penjualan pupuk secara online. 

“Lewat program ini, BRI berharap terjadi peningkatan pembukaan akun rekening maupun penyaluran kredit dari para distributor Pupuk Sriwijaya,” katanya, disela ‘Business Gathering BRI dan PT Pusri (Persero) bersama Distributor Pupuk Jateng’, di Hotel Aston Semarang, Kamis (16/6) kemarin.

Menurutnya, layanan yang diberikan BRI ini sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, serta tindak lanjut atas ditandatanganinya perjanjian kerjasama antara BRI dengan Pupuk Indonesia Group pada 2 Juli 2006 lalu. 

“Melalui kerjasama ini, BRI dapat melayani pembayaran atas penebusan pupuk dari Pupuk Indonesia Group yang dilakukan secara host to host dengan menggunakan ATM, Internet Banking, Teller, dan Cash Management System (CMS) BRI,” ungkapnya.
 
Ditambahkan, layanan ini telah didukung dengan satelit BRISAT yang kini semakin menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Dengan begitu, akan semakin memudahkan transaksi perbankan yang ada, khususnya dalam transaksi Pupuk Indonesia Group.

“Selain menyediakan sarana pembayaran atas penembusan pupuk, BRI juga memberikan support berupa kredit modal kerja dan investasi bagi distributor Pupuk Sriwijaya dengan skema khusus secara host to host. Skema kredit yang diberikan oleh BRI kepada distributor memiliki suku bunga dan tarif yang kompetitif,” imbuhnya.
 
Selain itu, lanjutnya, manfaat yang diperoleh PT Pusri yaitu layanan pembayaran bisa langsung diterima tunai karena distributor berhubungannya dengan BRI. Bahkan, ada skim khusus kredit bagi distributor dengan suku bunga komptitif, dan agunan utamanya dari stok pupuk yang dibiayai itu sendiri, dengan nilai kredit tak terbatas.

Terkait potensi pasar, Noery menilai, secara nasional PT Pusri (Persero) sendiri memiliki sekitar 1.400 distributor, dimana 183 diantaranya berada di Jawa Tengah. Pihaknya berharap, para distrinutor pupuk ini bisa memanfaatkan layanan dari BRI.

Wakil Pemimpin Wilayah BRI Semarang, Dedi Sunardi menuturkan, kredit modal usaha masih mendominasi penyaluran kredit di BRI. Dari total Rp24 triliun menyaluran kredit di Jateng, sebanyak 85% diantaranya merupakan kredit modal kerja, dan sisanya investasi serta kredit konsumtif.   
 
Kepala Penjualan PT Pustri (Persero) Area Jateng, Sutisna menjelaskan, pada tahun 2016 ini pihaknya mengalokasikan sekitar 818.000 ton pupuk urea di Jawa Tegah. Untuk penebusan pupuk masing-masing distributor bisa mencapai 2.500 ton hingga 20.000 ton. 

“Penyerapan Pusri tertinggi untuk Jateng berada di Grobogan dengan 74.200 ton setahun, disusul Blora 47.500 dan Brebes 44.800 ton. Sedangkan harga eceran tertinggi (HET) saat ini Rp1.800/kg atau Rp90.000/sak,” tandasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here