Penjualan Semen Indonesia Mencapai 13,63 Juta Ton

0
268

– KINERJA- Direktur Utama Semen Indonesia Rizkan Chandra memaparkan kinerja PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Foto : IST/ANING KARINDRA


SEMARANG- Total volume penjualan konsolidasi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) pada semester I/2016 mencapai 13,63 juta ton. Jumlah tersebut termasuk penjualan domestik Thang Long Cement Vietnam sebesar 850 ribu ton. 

Direktur Utama Semen Indonesia, Rizkan Chandra mengatakan, penjualan Semen Indonesia mengalami kenaikan sebesar 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 13,42 juta ton. Sedangkan volume penjualan ekspor Perseroan tercatat sebesar 190 ribu ton atau turun sebesar 20,1% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 237 ribu ton. 

“Adapun ekspor dari Thang long Cement Vietnam mengalami peningkatan sebesar 4,2% menjadi 410 ribu ton,” katanya.

Dijelaskan, penjualan semen SMGR di dalam negeri yang terbesar dalam bentuk kantong/bag mencapai 77%, penjualan, dan didominasi oleh sektor retail/rumah. Sedangkan penjualan dalam bentuk curah/bulk sebesar 23%, yang diserap oleh ready mix, fabricator fre cast, fiber cement dan project.

Menurutnya, dari sisi kinerja keuangan Perseroan pada semester I/ 2016 tercatat pendapatan sebesar Rp12,47 triliun, turun 1,3% dibanding periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp12,64 triliun. Beban pokok pendapatan senilai Rp7,48 triliun, turun 2% dibanding periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp7,63 triliun.

“Untuk laba usaha tercatat Rp4,99 triliun, turun 0,4% dibanding periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp5.00 triliun. Sedangkan laba bersih Rp1,96 triliun, turun 10,1% dibanding periode yang sama tahun 2015  sebesar Rp2,19 triliun,” ungkapnya.

Rizkan menuturkan, kondisi industri semen domestik di tahun 2016 mengalami perubahan signifikan, yaitu terjadinya over kapasitas karena banyak pemain baru yang masuk. Melimpahnya pasokan memaksa para pelaku industri semen melakukan strategi tersendiri guna memenangkan persaingan, diantaranya memangkas harga jual.

“Perseroan telah menyiapkan sejumlah rencana strategis untuk dapat memenangi persaingan. Competitive Advantage menjadi grand strategy pertama yang dicanangkan perusahaan. Strategi ini akan menjadikan perusahaan sebagai produsen dengan biaya murah melalui optimasi logistik dan efisiensi energi,” terangnya.

Ditambahkan, berbagai langkah untuk mencapai optimalisasi logistik telah ditempuh Perseroan. Hingga akhir 2015 Perseroan telah menyelesaikan beberapa proyek strategis yaitu Packing Plan Pontianak, Balikpapan dan Lampung, Grinding Plant Dumai, serta New Coal Mill di Semen Tonasa.

“Strategi ini juga akan didukung dengan pengelolaan supply chain yang terintegrasi dan inovasi diseluruh korporasi. Dalam strategi ini, Perseroan juga mulai mengembangkan dan mengkampanyekan keunggulan brand produk Semen Indonesia group sebagai brand dengan kualitas terbaik, pabrik yang ramah lingkungan (green industry), serta produk semen yang paling Indonesia,” imbuh Rizkan Chandra.

Sementra, Perseroan saat ini berkonsentrasi menyelesaikan 2 pabrik baru dengan kapasitas masing-masing 3 juta ton pertahun, yaitu di Rembang Jawa tengah dan Indarung VI di Padang Sumatera Barat. Saat ini proyek pabrik Rembang memasuki progres 94% sedangkan pabrik Indarung VI memasuki progres pembangunan 93%. 

“Kedua pabrik baru tersebut diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun 2016 ini. Dengan selesainya dua pabrik baru tersebut akan menambah kapasitas produksi perseroan menjadi 37,8 juta ton pertahun, dari kapasitas saat ini 31,8 juta ton pertahun, Semen Indonesia juga tengah memulai pembangunan pabrik baru di Aceh melalui anak usahanya Semen Indonesia Aceh dan diharapkan dapat beroperasi tahun2020,” tandasnya.

Selain itu, perseroan juga tengah menyelasikan proyek Grinding Mill di Jawa Barat, serta proyek Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) dengan kapasitas 30,6 MW di pabrik Tuban. Proyek ini diharapkan  beroperasi pada akhir tahun 2016 ini.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here