Triwulan II, Ekonomi Jateng Membaik


SEMARANG– Ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II/2016 secara y-on-y tumbuh 5,75 %, meningkat dibanding periode yang sama pada tahun 2015 yang besarnya 5,06 %, atau naik tumbuh sebesar 3,05 % secara q to q.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Margo Yuwono mengatakan, dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh kategori pertambangan dan penggalian sebesar 15,26 % dan dari sisi pengeluaran dicapai oleh Pengeluaran Konsumsi Lembaha Non Provit melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh 9,04 %.

Sementara, jika diukur berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2016 mencapai Rp 273.274,79 miliar dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp 212.321,52 miliar.

“Pertumbuhan ini masih dipengaruhi oleh faktor musiman diantaranya masih berlangsung panen raya tanaman pangan di sebagian wilayah Jateng. Sedangkan dari sisi pengeluaran didorong oleh pertumbuhan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah sebesar 40,11 %,” katanya.

Menurutnya, struktur ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II/2016 didominasi oleh lapangan usaha industri pengolahan sebesar 34,92%, lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan (15,83%) serta kategori perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor (13,13%).

“Sedangkan dari sisi Pengeluaran masih didominasi oleh komponen pengeluaran rumah tangga (59,97%), pembentukan modal tetap bruto (30,02%) dan konsumsi pemerintah (7,28%),” ungkapnya.

Ditambahkan, kondisi ekonomi tersebut sejalan dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) dimana nilai ITK di Jawa Tengah pada Triwulan II/2016 sebesar 106,66 yang berarti bahwa kondisi ekonomi rumah tangga di Jawa Tengah meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Tingkat optimisme rumah tangga juga lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan kondisi ekonomi rumah tangga terutama didorong oleh meningkatnya volume konsumsi barang dan jasa yang tergambar dari besaran nilai indeksnya 110,36. Rendahnya inflasi juga ikut mendorong ekonomi konsumen, tergambar dari Indeks pengaruh inflasi terhadap tingkat konsumsi yang besarnya 107,70,” imbuhnya.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Jawa Tengah, Jam Jam Zamachsyari menambahkan, melihat kondisi triwulan II, kondisi ekonomi triwulan III diprediksi juga akan membaik.

“Nilai ITK Jateng pada Triwulan III-2016 diperkirakan sebesar 110,09 artinya kondisi ekonominya dipersepsikan oleh konsumen akan meningkat,” pungkasnya.(aln)