Sido Muncul Dorong Grosir Ikut Tax Amnesty

0
427

– SOSIALISASI- Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, bersama Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jateng I, Awan Nurmawan, menyampaikan pentingnya ‘Tax Amnesty’ dihadapan ratusan grosir Sido Muncul, di Hotel Candi Baru, kemarin. Foto : ANING KARINDRA

SEMARANG- Industri jamu dan farmasi PT Sido Muncul Tbk, mendorong kepada 50.000 lebih grosir dan juga distributornya untuk mengikuti program tax amnesti atau pengampunan pajak yang digulirkan pemerintah sejak awal Juli lalu. Tujuan Tax Amnesty setidaknya  memberi kesempatan kepada semua masyarakat untuk memperbaiki laporan kekayaannya secara jujur, karena ke depan akan semakin sulit untuk menghindari pajak, seiring langkah pemerintah yang serius melakukan pengawasan.

Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, program pengampunan pajak diyakini akan mampu meningkatkan pendapatan negara melalui pajak. Oleh karena itu program yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu perlu didukung oleh semua pihak.

“Kita sadari, tanpa pemasukan dari pajak yang memadai, pembangunan tidak akan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, Sido Muncul akan berkeliling di sejumlah kota untuk turut mensosialisasikan program pengampunan pajak kepada para distributor dan grosir,” katanya, disela Sosialisasi Tax Amnesty dihadapan ratusan karyawan, grosir dan distributor produk Sido Muncul, di Hotel Candi Baru Semarang, kemarin.

Menurutnya, pentingnya Tax Amnesty ini bahkan telah membuat Presiden Jokowi memimpin sendiri pelaksanaannya, sampai melakukan tur safari ke beberapa kota di Indonesia, agar program ini bisa berjalan dengan baik dan sukses.

“Pak Jokowi saja turun tangan sendiri, saya sampai terharu,” ungkap Irwan.

Ditambahkan, pengampunan pajak ini sangat bermanfaat untuk masyarakat. Pasalnya, melalui kesempatan tersebut, masyarakat bisa memperbaiki laporan keuangannya dengan biaya yang murah.

“Dalam hal ini, kami juga mengusulkan kepada pemerintah supaya membuat aturan perpajakan yang lebih sederhana, sehingga masyarakat bisa dengan mudah melakukan pembayaran pajak,” imbuhnya.

Dicontohkan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) selama ini sangat sulit pelaksanaannya bagi pengusaha kecil dan pedagang-pedagang di pasar. Sebaiknya PPN diganti dengan pajak penjualan, dimana setiap pedagang dibekali dengan mesin ‘cash register’ yang bisa langsung terhubung dengan bank dan akan langsung mengakumulasi jumlah pajak yang harus dibayar setiap harinya.

“Dengan begitu, pedagang dalam satu hari akan tahu berapa pajak yang harus dibayar, dan bisa membayar pajak penjualan setiap hari. Dengan kemajuan teknologi, hal itu bisa dilakukan,” ujarnya.

Kepala Kanwil DJP Jateng I, Awan Nurmawan Nuh menyatakan, pihaknya mendorong wajib pajak (WP) untuk memanfaatkan pengampunan pajak tersebut. Program Amnesti Pajak merupakan penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap harta dan membayar uang tebusan.

“Kami pun sangat mengapresiasi langkah Sido Muncul yang mendorong seluruh karyawan dan distributor mereka untuk mensukseskan program tersebut,” terangnya.

Sementara, saat ini di wilayah Kanwil DJP Jateng I sudah lebih dari 200 wajib pajak yang mengikuti Tax Amnesty dengan total dana yang sudah dikumpulkan sebesar Rp11 miliar yang sudah masuk. Adapun potensinya di Jateng bisa terlihat dari target pendapatan Rp32,8 triliun di tahun ini yang sudah tercapai 37%.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here