Surplus, Bulog Jateng Kirim Beras ke Kalteng

0
299


SEMARANG- Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah, Jumat pagi ini, mengirim 1.000 ton beras ke Kalimantan Tengah. Langkah ini dilakukan seiring kondisi surplus beras di Jateng yang ketahanannya kini telah mencapai hingga 9 bulan ke depan.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Usep Karyana mengatakan, dua pekan sebelumnya, Bulog juga telah mengirimkan 2.000 ton beras ke Kalimantan Barat. Sedangkan pada tahun ini ditargetkan bisa lebih dari 10.000 ton beras yang akan dikirim ke daerah lain melalui program ‘Move Nasional’.

“Beras yang dikirimkan ke provinsi lain ini diambilkan dari stok beras yang ada di Bulog Subdivre Semarang dan Pati, dimana kedua wilayah tersebut hingga kini masih terus melakukan panen,” katanya, disela Pelepasan Pengiriman Beras dari Jawa Tengah ke Kalimantan Tengah, di Terminal Peti Kemas Semarang. 

Hadir dalam kesempatan tersebut, 
Kepala Bulog Divre Kalteng, Sopran Kennedi, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Kepala TPKS, Erry Akbar, dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Menurut Usep, Jawa Tengah mengalami surplus beras sebanyak 100.000 ton. Ketersediaan beras sendiri saat ini sebanyak 250.000 ton atau ketahanannya sampai bulan Mei tahun 2017.

“Saat ini panen masih terus berjalan. Beberapa daerah yang masih panen diantaranya Pekalongan, Grobogan, Demak, dan Cilacap,” ungkapnya.

Selain mengirimkan beras ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat, lanjutnya, Bulog juga mengirimkan beras ke Aceh, Riau, dan Sumatera Barat, dengan masing-masing volume pengiriman sebanyak 3.000 ton. Adapun beras yang dikirim merupakan kualitas medium.

“Pengiriman beras dari Jateng ini merupakan salah satu prestasi setelah sekian tahun Jateng sebagai lumbung pagi vakum dalam pengiriman beras ke provinsi lain (move nasional),” jelasnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dalam kesempatan tersebut menyatakan, beras Jateng mau dikirim kemanapun artinya nasionalisme beras berbicara. Dengan pengiriman ini, dari sisi hulu telah mampu meyakinkan kepada Indonesia bahwa Jateng berhasil swasembada beras.

“Langkah ini merupakan bukti bahwa keberlanjutan produksi dari sisi hulu tercapai. Sedangkan pengiriman beras ke daerah lain ini merupakan bagian dari stabilisasi baik harga maupun pasokan,” terangnya.

Ditambahkan, sejauh ini pembelian beras di Jateng juga tidak ada yang di bawah harga pokok penjualan (HPP). Jika hulu dan tengahnya beres yaitu produksi dan harga tidak ada masalah, maka di hilir tidak ada lagi orang yang kesulitan membeli beras.

“Pekerjaan rumah berikutnya adalah melanjutkan upaya yang sama di tahun-tahun selanjutnya, sekaligus memprediksi volume produksi beras di Jawa Tengah. Selain itu bagaimana mengolahnya, menyimpan, dan mengendalikan. Kita kembalikan Bulog sesuai fungsi awal, yaitu sebagai penyedia logistik. Daulat ini harus dikembalikan agar tidak ada kelaparan di Indonesia,” tegasnya.

Sementara, beras program Move Nasional dari Jateng dikirim menggunakan angkutan kapal KM Meratus Katingan.(aln)

Berita sebelumyaPhapros Kucurkan CSR Rp 800 Juta
Berita berikutnyaMasyarakat ‘Melek Asuransi’ Rendah
Aning Karindra (Alin) || Blogger || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08112706668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Path : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here