Sido Muncul Dorong UMKM Jamu Sukses 

0
292



SEMARANG- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Kamis pagi, mengajak puluhan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang industri jamu berkunjung ke pabriknya di Bergas, Kabupaten Semarang. Upaya tersebut dilakukan untuk mendorong para pelaku UMKM jamu berkembang dan sukses bersama.

Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, dalam kesempatan tersebut, para pelaku UMKM Jamu juga diberi pelatihan mengenai bagaimana proses mengolah jamu yang baik. Selain itu diajari pula kemungkinan bisnis yang bisa dilakukan, seperti membuat bahan baku jamu, dan cara pemasarannya.

“Kami menggandeng Balai POM Semarang untuk mengajak mitra UMKM Jamu di Jateng bisa belajar mengolah jamu yang baik, dan mendorong mereka untuk bisa bersama-sama maju dan sukses dalam berbisnis jamu,” katanya, disela kegiatan yang dikemas dalam ‘Pelatihan studi tiru CPOTB (Cara Produksi Obat Tradisional Yang Baik), di Pabrik Sido Muncul, Bergas, Kabupaten Semarang. 

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian Sido Muncul untuk mempertahankan jamu sebagai minuman tradisional masyarakat di Indonesia. Harapannya, melalui pelatihan ini UMKM Jamu bisa sukses. 

“Caranya untuk sukses yang kita ajari, seperti cara membuat produk yang berkualitas, dengan bahan baku dan pengolahan yang baik. Disini mereka bisa melihat langsung ke pabrik,” ungkapnya. 

Untuk tahap pertama, lanjutnya, ada sekitar 30 UMKM dari lingkungan Koperasi Jamu Indonesia (Kojai) Sukoharjo, dan akan berlanjut ke kelompok UMKM Jamu lainnya, seperti dari Banyumas dan Cilacap.

“Minggu depan, Sido Muncul juga akan kedatangan pelaku industri jamu yang tergabung dalam GP Jamu, sekitar 75 orang yang akan belajar mengenai proses produksi dan bisnis jamu ke pabrik Sido Muncul,” ujarnya.

Kepala Balai POM Semarang, Dra. Endang Pudjiwati menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran bagi UMKM tradisional. Apalagi, selama ini kendala yang banyak dialami pelaku usaha jamu biasanya dari sisi produksi yang belum sesuai dengan cara pembelajaran yang baik. 

“Sido Muncul itu kan berhasil, dan kami berharap UMKM jamu di Sukoharjo ini juga bisa meniru apa yang dilakukan Sido Muncul supaya berkembang. Walaupun industri jamu dalam skala kecil, tetap harus dikelola secara baik dan prosedural, agar mendapatkan produk yang berkualitas dan usahanya terus berkembang,” jelasnya. 

Ditambahkan, saat di Jateng ada sekitar 14 industri besar yang bergerak di bidang industri jamu, dengan 100 lebih UMKM jamu. Mereke tersebar di Banyumas, Cilacap, Solo Raya, dan lain-lain.

“Selama ini kami juga sudah seringkali melakukan pembinaan kepada para pelaku industri jamu, seperti juga memfasilitas registrasi dengan biaya laboratorium gratis, dan lain-lain,” imbuhnya.(aln)

Berita sebelumyaBI Tepis Isu Uang Rupiah
Berita berikutnyaSharp Gelar Tomodachi Koten
Aning Karindra (Alin) || Blogger || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08112706668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Path : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here