​NASABAH PEGADAIAN, NONTON BARENG FILM IQRO

0
1162

YOGYAKARTA – Berbagai cara dilakukan Pegadaian untuk memberikan apresiasi kepada nasabahnya. Beberapa waktu lalu digelar program hadiah Kemilau Emas Pegadaian, kali ini nasabah terpilih diajak nonton bareng film Iqro di bioskop XXI Amplaz Yogyakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 100 orang nasabah khususnya pemilik rekening tabungan emas dan investasi emas MULIA. Selain nasabah, hadir pula para pejabat dari Kementerian BUMN, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dewan Pengawas Syariah Majelis Ulama Indonesia (DPS-MUI), serta Komisaris dan Direksi PT Pegadaian (Persero).

Kegiatan nonton bareng seperti ini dilaksanakan di empat kota. Selain di Yogyakarta, acara nonton bareng film Iqro bersama Pegadaian Syariah juga dilaksanakan di Jakarta (21/1/2017) Bandung (22/1/2017) dan Surabaya (28/1/2017).

Pegadaian Syariah ikut berpartisipasi sebagai sponsor film keluarga bergenre religi. Film ini digagas oleh tim dari masjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB). Pegadaian Syariah ikut berperan dalam film ini karena kisahnya mengandung unsur pendidikan yang bermanfaat bagi anak-anak dan generasi muda.

Direktur Bidang Operasional, Pemasaran, dan Penjualan PT Pegadaian (Persero) Dijono di sela acara nonton bareng menyatakan bahwa selain mengajarkan nilai-nilai religius, film ini juga memberikan pemahaman pada anak-anak bahwa untuk mewujudkan suatu harapan itu perlu usaha dan kerja keras.

“Kami menyambut baik pembuatan film ini karena mengandung muatan yang kental dengan nilai-nilai keagamaan dan pendidikan. Saat ini film merupakan media yang cukup efektif untuk menanamkan nilai-nilai yang bersifat edukatif kepada masyarakat. Selain itu Pegadaian Syariah senantiasa berpartisipasi secara langsung membantu masyarakat dalam mengembangkan pendidikan, ekonomi dan sosial budaya baik melalui produk dan layanan, serta program Corporate Social Responsibility (CSR)”.

Lebih lanjut Dijono mengharapkan agar film tersebut dapat menginspirasi kepada orang tua, anak-anak dan generasi muda untuk membangun mimpi dan bekerja keras untuk mewujudkannya. Sebab anak-anak dan generasi muda saat ini adalah pemegang estafet  para pemimpin di masa depan.

Sementara itu Neno Warisman, salah satu tokoh utama pemeran dalam film Iqro menyatakan sangat bangga ikut terlibat dalam film ini. Neno juga menyampaikan terima kasih kepada Pegadaian yang sejak awal pembuatan film ini tahun lalu telah mendukung pembuatan film ini.

“Iqro adalah film yang yang sangat aman untuk ditonton bersama keluarga karena tidak mengandung unsur kekerasan dan pornografi. Selain itu juga sangat mendidik dan sarat dengan nilai-nilai seperti peran kakek-nenek dalam pengasuhan anak. Film ini hadir di tengah langkanya film anak-anak yang Islami,” tuturnya.

Film Iqro menceritakan tentang Aqila, gadis kecil yang menggandrungi dunia astronomi namun belum bias mengaji. Ia ingin membuktikan pada teman-temannya bahwa ia bisa meneropong Pluto menggunakan teleskop utama Bosscha, karena kakeknya (Opa) adalah seorang astronom yang mengepalai Observatorium Bosscha. Namun Aqila tidak mendapatkan apa yang diimpikan, sebab Opa mensyaratkan Aqila untuk bisa mengaji baru kemudian diizinkan meneropong planet dan bintang-bintang di angkasa.

Selain menjadi media edukasi, film juga bisa menjadi media promosi alternatif yang efektif. Bangka Belitung tiba-tiba menjadi begitu terkenal begitu diangkat sebagai setting dalam film Laskar Pelangi (2008). Gereja Jago di salah satu kampung di wilayah Borobudur menjadi tujuan wisata dadakan setelah diangkat dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016). Beberapa travel di Jogjakarta bahkan membuat paket liburan dengan tema napak tilas AADC 2. Di tingkat internsional, Bali menjadi semakin terkenal saat menjadi bagian dari cerita film Hollywood “Eat, Pray, Love” (2010) yang dibintangi oleh aktris terkenal Julia Roberts.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here