Koperasi, Solusi Mengentas Kemiskinan

0
315

‚Äč

 


SEMARANG- Koperasi merupakan salah satu solusi yang paling tepat dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Pasalnya, koperasi merupakan soko guru ekonomi masyarakat, dimana melalui koperasi kita bisa berdikari di bidang ekonomi.


Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, melihat jumlah penduduk Indonesia yang mencapai ratusan juta jiwa, koperasi diharapkan tidak hanya memiliki 50-100 anggota saja, tetapi bisa mencapai ribuan bahkan jutaan anggota. Hal ini mengingat koperasi yang bersifat eksklusif, karena dari, oleh, dan untuk anggota.


“Jadi sudah seharusnya koperasi memberikan keuntungan yang lebih besar kepada para anggota,” kata Ganjar, pada Rapat Koordinasi Daerah bersama Dinas Koperasi dan UMKM se-Jawa Tengah, di Setos Hotel Semarang.


Dijelaskan, melalui koperasi ini para anggota bisa bergerak bersama untuk memenuhi kebutuhan seluruh anggota. Dengan begitu, diharapkan dapat turut mengentaskan kemiskinan.


“Melihat besarnya manfaat koperasi, maks perkembangan koperasi saat ini harus terus didorong, termasuk jika harus melibatkan pihak ketiga,” jelasnya.


Menurutnya, saat ini bukan lagi saatnya semua hal harus bergantung dengan APBN maupun APBD. Sehingga, terbentuknya koperasi bisa melibatkan perguruan tinggi, LSM atau pihak-pihak yang peduli. 


“Zaman sekarang harus berani menerobos ke luar. Ini termasuk inovasi dalam `leadership`,” ungkapnya. 


Ganjar pun menyambut baik rencana Dinas Koperasi dan UMKM yang akan menggunakan fasilitas media sosial untuk mengeksplorasi potensi koperasi di Jawa Tengah.


“Sebagai contoh, kalau bicara koperasi dari sektor riil, produk ini bisa dijual atau tidak, enak atau tidak, berkualitas atau tidak. Kalau bagus ya `go`. Kita bisa memanfaatkan koperasi ini,” ujarnya. 


Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Tengah, Ema Rachmawati menyebutkan, di Jawa Tengah saat ini tercatat ada 28.460 koperasi. Dari jumlah tersebut, 23.276 (81,78%) termasuk kategori koperasi yang masih aktif, dan sisanya 5.184 (18,22%) koperasi tidak aktif.


“Untuk jenis koperasi simpan pinjam saja, saat ini yang masuk kategori sehat 2.891 unit, cukup sehat 11.163 unit, kurang sehat 1.249 unit, dan tidak sehat 72 unit,” terangnya.


Sementara, pada tahun 2016, Dinas Koperasi dan UMKM Jateng telah membubarkan 3.854 koperasi. Sedangkan sebelumnya 710 unit koperasi pub telah dibubarkan.


“Koperasi yang dibubarkan itu biasanya karena managemen yang kacau dan memiliki alamat yang tidak jelas,” pungkasnya.(aln)

———————————–

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here