KPR SMF Bidik Program Sejuta Rumah

KPR SMF Bidik Program Sejuta Rumah

120
0
SHARE

KPR SMF- Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) (Persero), Ananta Wiyogo, tengah memaparkan mengenai KPR SMF yang membidik program Sejuta Rumah, di Hotel Santika Semarang. FOTO : ANING KARINDRA


*Penyaluran Dana Gandeng BPD


SEMARANG- Program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah sudah berjalan hampir setahun. Namun, realisasi program kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) masih menemui banyak kendala. 


Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) (Persero), Ananta Wiyogo mengatakan, pada 2016 tercatat angka backlog atau defisit ketersediaan rumah mencapai 11,4 juta unit rumah. Sementara, untuk di Jawa Tengah saja, angka backlognya sudah mencapai hampir satu juta unit rumah. 


“Tercatat, hingga 15 Oktober 2016 lalu, realisasi pembangunan perumahan nasional baru mencapai 415.000 unit rumah atau hanya 41,5% dari target akhir tahun yang ditetapkan pemerintah,” katanya, disela Sosialisasi Program Sejuta Rumah melalui KPR SMF, di Hotel Santika Semarang.


Menurut Ananta, melalui KPR SMF, pihaknya berupaya menjembatani suksesnya program sejuta rumah dari pemerintah. Pasalnya, pembiayaan perumahan dari SMF akan menyasar pada masyarakat berpenghasilan rendah, baik yang mempunyai penghasilan tetap ataupun tidak tetap.


“Pembiayaan yang kami lakukan itu akan mendorong orang untuk memiliki rumah sendiri dengan plafon kredit maksimal Rp350 juta,” ungkapnya.


Bahkan, lanjutnya, KPR SMF juga memberikan keuntungan dengan jangka waktu kredit hingga 15 tahun dan bunga fix selama lima tahun, serta evaluasi setiap lima tahun sekali. 


“Pada 2017 ini SMF akan fokus dalam memperluas segmen penyaluran pinjaman, yakni ke BPD di seluruh Indonesia dan perusahaan pembiayaan. Hal ini dilakujan karena selama ini belum banyak BPD menjadi penyalur KPR,” ujarnya.


Ananta menjelaskan, sampai dengan saat ini sudah ada 14 BPD yang menjalin kerja sama dengan SMF. Pihaknya berharap, semakin banyak BPD yang bermitra dengan SMF untuk menyalurkan KPR SMF. 


“Selain menjalin sinergi dengan BPD, SMF juga akan mengembangkan pilot project KPR bersama perusahaan pembiayaan,” jelasnya.


Sementara, keterlibatan BPD dalam penyaluran KPR ini karena visi misi yang sama dalam meningkatkan volume KPR melalui program ‘refinancing’ KPR BPD. Peran BPD ke depan akan semakin signifikan, di mana BPD akan saling bersinergi dan dapat menjadi `regional champion` yang kompetitif dan lebih berkontribusi terhadap perekonomian daerahnya.


“Untuk program KPR, kami menargetkan dapat menyalurkan pembiayaan Rp5,7 triliun di tahub 2017, meningkat dari tahun lalu dengan realisasi penyaluran 2016 mencapai Rp2,1 triliun,” tegasnya.(aln)

LEAVE A REPLY