Kreasi Bingkai Foto Tiga Dimensi

0
485

Sunting

PROSES – Rima Yunita (31) tengah mengerjakan pesanan Pop Up Frame di galerinya, Perum Emerald Asri Blok A2 Nomor 58, Meteseh, Tembalang, Semarang. FOTO : ANING KARINDRA

“Kemampuannya di bidang desain grafis membawa Rima Yunita (31) menggeluti bisnis di bidang karya seni Pop  Up. Kreasi bingkai foto dengan efek  timbul tiga dimensi tersebut kini bahkan telah banyak diminati pasar”


LULUSAN Desain Grafis Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini berkisah, bisnis di bidang kreatifitas ini telah digelutinya sejak tahun 2011. Kala itu, sejumlah teman mendorongnya untuk serius menjalankan bisnis tersebut setelah melihat hasil karyanya.


“Saat itu sebenarnya ada seorang teman yang ulang tahun, dan saya ingin memberikan kado yang berkesan,” katanya, saat ditemui Jateng Pos di workshop-nya, Perum Emerald Asri Blok A2 Nomor 58, Meteseh, Tembalang, Semarang.


Setelah memperoleh ide, lantas dicarilah koleksi foto teman tersebut, dan dilakukan desain melalui komputer, dengan tema  ulang tahun. Desain tersebut kemudian di cetak di atas  media kertas tiga dimensi, digunting sesuai kolase tiga dimensi dan ditempel sedemikian rupa menggunakan selotip, hingga menjadi karya Pop Up yang lucu dan unik.


“Pop Up tersebut saya bingkai, dan saya berikan ke teman tersebut. Tak disangka, dia sangat senang, dan memamerkan kado tersebut ke teman-teman lainnya,” ujarnya.


Rima menuturkan, semenjak saat itu, disela kesibukannya bekerja sebagai desain grafis di sebuah media penerbitan, banyak teman yang memintanya untuk membuatkan kreasi Pop Up. Dukungan dari berbagai pihak pun terus menghampirinya untuk serius menggeluti karya seni Pop Up.


“Awalnya buat ‘sampingan’ saja. Tapi, karena sudah mulai kewalahan menerima pesanan, akhirnya saya keluar kerja, dan kini saya all out menggeluti bisnis Pop Up,” terangnya.


Dalam mempromosikan hasil kreasinya, wanita berhijab ini mengusung label ‘Bikinni Land Pop Up’. Nama tersebut tentu saja diambil bukan tanpa makna dan harapan.


“Bikinni Land ini sebenarnya sebuah singkatan dari ‘Bikin Ini’, yang mengandung harapan bisnis kreatifitas yang saya geluti ini bisa terus berkembang dengan berbagai inovasi, bikin ini, bikin itu, dan macam-macam kreasi lainnya,” harapnya.


Saat ini, lanjutnya, Pop Up yang ditawarkan baru terbatas pada Pop Up Card dan Pop Up Frame. Karya tersebut bisa di desain dengan tema ucapan ulang tahun, pernikahan, perpisahan, kelulusan, dan lain-lain, yang berbentuk kartu ucapan maupun bingkai.


“Tema bisa dipesan sesuai karakter penerima Pop Up, dengan ukuran menyesuaikan,” ucapnya.


Rima mengakui, selama ini pesanan terbanyak masih pada kreasi Pop Up Frame ketimbang Pop Up Card. Pasalnya, Pop Up Frame ini berbentuk bingkai dan lebih mudah perawatannya, awet, serta bisa dipajang. Sedangkan untuk Pop Up Card, setelah diterima biasanya tidak dipajang, tapi diletakkan begitu saja.


“Pembuatannya sendiri juga lebih mudah Pop Up Frame. Kalau Pop Up Card desainnya lebih rumit, jadi harus sangat teliti. Selain itu juga memakan kertas yang lebih banyak ketimbang Pop Up Frame,” paparnya.


Khusus untuk Pop Up Frame, Rima memberikan pilihan ukuran mulai 17 x 17 cm, 20 x 25 cm, 20 x 30 cm, 30 x 40 cm, dan 40 x 60 cm.  Namun, dia pun tak menolak jika ada yang meminta ukuran lainnya.


“Sesuai standar ukuran kami, untuk Pop Up Frame dipatok dengan harga mulai Rp150.000 hingga Rp500.000,” terangnya.(bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.