Jelang Puasa, TPID Intensif Pantau Harga

0
314

SEMARANG- Menjelang bulan Ramadhan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Tengah makin intensif dalam melakukan pemantauan harga sejumlah komoditas harga kebutuhan pokok. TPID bahkan telah bersiap-siap mengantisipasi kenaikan harga yang biasa terjadi saat puasa.

Wakil Ketua TPID Provinsi Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo mengatakan, TPID akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk aktif melakukan pantauan di lapangan. Rencananya, pada minggu ketiga bulan April juga akan dilakukan rapat koordinasi yang diikuti oleh pemerintah pusat, yaitu dari Kementerian Perdagangan.

“TPID akan merasa terbantu dengan keterlibatan Kementerian Perdagangan pada rapat tersebut, karena diharapkan mampu memberikan rekomendasi dalam pengendalian harga,” katanya.

Menurutnya, salah satu upaya stabilisasi harga akan terus dilakukan operasi pasar. Sejauh ini, operasi pasar dinilai sangat efektif untuk mengantisipasi permainan harga yang dilakukan oleh para pedagang.

“Biasanya jelang Ramadhan memang menjadi peluang bagi sejumlah pihak untuk menaikkan harga, tetapi kan seharusnya tidak seperti itu. Oleh karena itu, kami merasa perlu untuk melakukan operasi pasar,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan Perum Bulog yang juga menjadi bagian dari TPID untuk aktif melakukan penjualan komoditas pokok, salah satunya beras langsung kepada konsumen.

“Kalau untuk komoditas beras sejauh ini stoknya aman, jadi seharusnya tidak ada kenaikan harga di pasaran,” ujarnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Perum Bulog Jawa Tengah hingga awal bulan ini ketersediaan beras di Jawa Tengah mencapai 255.000 ton atau mencukupi untuk kebutuhan hingga delapan bulan ke depan. Sedangkan untuk komoditas lain yang sempat mengalami kenaikan harga adalah cabai rawit.
“Meski beberapa waktu lalu harganya tembus hingga lebih dari Rp100.000/kg, untuk saat ini harga sudah mengalami penurunan signifikan. Saat ini sudah di kisaran Rp40 ribu/kg, tentu kestabilan ini harus terus dijaga,” terangnya.

Sementara, mengenai komoditas cabai ini, TPID melakukan koordinasi dengan “champion” atau petani yang ditunjuk oleh Kementerian Perdagangan menjadi pendamping bagi seluruh petani di masing-masing daerah. Tujuan dari koordinasi dengan “champion” tersebut adalah untuk memastikan suplai dari petani ke pasar cukup.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.