Bisnis Properti Terdampak Iklim Politik

Bisnis Properti Terdampak Iklim Politik

54
0
SHARE

– PAMERAN- Pengunjung tengah melihat maket perumahan dalam pameran REI Ekspo 4/2014 yang digelar di Mall Paragon, mulai 20 April-1 Mei 2017. Foto : ANING KARINDRA

SEMARANG- Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menyatakan kestabilan suhu politik memengaruhi pergerakan sektor properti secara nasional. Termasuk di Jawa Tengah, suhu politik di pusat yang kurang baik akan sangat berpengaruh.

Wakil Ketua REI Jawa Tengah Bidang Promosi, Humas, dan Publikasi, Dibya K Hidayat mengatakan, termasuk pilkada di daerah lain selama menjadi perhatian seluruh Indonesia ternyata cukup berpengaruh terhadap penjualan properti. Investor akan enggan menginvestasikan uang mereka untuk membeli properti di dalam negeri jika kondisi tidak kondusif, baik itu politik maupun keamanan secara umum.

“Oleh karena itu, kami berharap seluruh pihak dapat menciptakan kondisi yang aman agar memberikan dampak positif bagi kondisi ekonomi di dalam negeri termasuk sektor properti,” katanya, disela Pembukaan REI Ekspo 4/2017.

Dia memprediksi, mulai semester dua tahun ini penjualan akan semakin baik. Meski demikian sejauh ini penjualan mulai menampakkan peningkatan.

“Pada REI Ekspo ketiga yang dilaksanakan pada bulan Maret lalu berhasil terjual 54 unit, padahal pada REI Ekspo pertama dan kedua hanya terjual di kisaran 40 unit. Tapi saya optimistis penjualan pada bulan ini atau REI Ekspo keempat akan semakin baik, kalau target dari REI dapat terjual hingga 70 unit,” jelasnya.

Menurutnya, REI Ekspo keempat sendiri melibatkan 15 pengembang rumah mewah. Kegiatan dilaksanakan selama 12 hari mulai hari ini hingga tanggal 1 Mei 2017.

“Khusus pada pameran kali ini segmentasi pasar kami untuk menengah dan menengah atas. Mudah-mudahan pasar untuk segmentasi ini semakin bergairah,” ungkapnya.

Ditambahkan, selain kondisi keamanan di Jawa Tengah yang cukup kondusif, penjualan yang semakin baik di sektor properti ini juga dipicu oleh suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) yang semakin kompetitif. Terutama untuk bank-bank BUMN, mereka sangat kompetitif.

“Belum lama ini BNI bekerja sama dengan REI pusat meluncurkan program KPR dengan bunga 4,5 persen ‘fixed’ satu tahun dan bunga 8,25 persen ‘fixed’ lima tahun,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, hal ini akan memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap sektor properti di Jawa Tengah tahun 2017.(aln)

LEAVE A REPLY