PEGADAIAN, SOLUSI JITU SAMBUT TAHUN AJARAN BARU

SEMARANG —Jelang tahun ajaran baru Pegadaian kembali diserbu oleh nasabah untuk mendapatkan dana pendidikan atau menambah modal kerja setelah libur panjang lebaran 2017.



Hati orang tua mana yang tidak senang ketika memperoleh kabar sang buah hati diterima masuk sekolah ternama atau perguruan tinggi favorit? Siapapun pasti akan bersuka cita karenanya. Tidak hanya menjadi kebanggaan, pembelajaran di sekolah impian menjadi langkah awal untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.



Masalahnya kemudian adalah beragam pengeluaran menunggu di depan mata, seperti pembayaran biaya sekolah, pembelian buku, seragam, bahkan mungkin biaya kost lantaran sang anak harus belajar di luar kota.



Humas PT Pegadaian (Persero) Basuki Tri Andayani menyatakan, “Seluruh outlet Pegadaian telah membuka layanan sejak Senin lalu. Kami berharap dengan datangnya tahun ajaran baru dan bergeliatnya kembali berbagai kegiatan pasca lebaran dapat meingkatkan kembali omset bulan Juni yang mengalami penurunan”.



Lebih lanjut Basuki menyatakan, penyaluran pinjaman bulan Januari sampai Mei 2017 rata-rata mencapai 10 triliun rupiah perbulan. Bahkan pada bulan Mei menyentuh angka 10,7 triliun. Tapi pada bulan Juni turun menjadi 8 triliun rupiah dana yang tersalurkan.

Bagi orang tua yang telah mempersiapkan dana pendidikan jauh-jauh hari mungkin mereka tidak menghadapi kendala. Tetapi bagi sebagian orang tua, tingginya biaya pendidikan membuat mereka harus mengernyitkan dahi mencari solusi.



Tidak dapat dimungkiri, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan yang mengatur tentang biaya pendidikan. Beberapa yayasan atau organisasi nonpemerintah pun peduli dengan menelorkan berbagai program beasiswa. Akan tetapi upaya ini tidak menjangkau seluruh masyarakat.



Menghadapi masalah seperti ini, menggadaikan barang berharga seperti emas dapat dipilih sebagai salah satu solusi. Secara turun-temurun emas telah menjadi salah satu cara menabung yang diajarkan oleh orang tua kita.



Dengan menggadaikan barang berharga, maka kebutuhan keuangan dapat diatasi dengan segera. Di sisi lain barang kesayangan tetap aman karena masih menjadi milik kita. Kadang orang mempunyai ikatan sejarah dengan suatu barang berharga seperti warisan orang tua atau pemberian dari orang tercinta.(aln)