REI Sambut Positif Revisi Skema FLPP

0
313

SEMARANG- DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah menyambut baik revisi kriteria konsumen rumah sederhana melalui program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Dengan adanya revisi, maka konsumen rumah subsidi dapat semakin luas.




Ketua DPD REI Jawa Tengah, MR Prijanto mengatakan, sebelumnya upah maksimal konsumen rumah sederhana atau subsidi yaitu Rp4 juta. Sedangkan dengan adanya revisi tersebut, masyarakat berpenghasilan di atas Rp7 juta bisa menikmati rumah bersubsidi.




     “Kalau sebelumnya kan untuk masyarakat dengan upah di atas Rp7 juta harus ke rumah menengah, yaitu di kisaran harga Rp250 juta. Dengan adanya kebijakan ini tentu sangat menguntungkan para pengembang,” katanya.




Menurutnya, bagi pengembang dengan revisi tersebut penjualan rumah sederhana juga menjadi lebih cepat. Selanjutnya, dapat diikuti oleh percepatan pembangun rumah sederhana oleh pengembang.




Terkait pembangunan rumah sederhana sendiri, kami menargetkan pada tahun ini dapat terbangun sebanyak 6.500 unit rumah sederhana. Kalau sejauh ini sudah terealisasi sekitar 40%.



“Kami berharap target pembangunan rumah sederhana sebanyak 10.000 unit hingga akhir tahun dapat tercapai,” ungkapnya.



Seperti diketahui, mengenai revisi kriteria terhadap batas atas penghasilan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia menyatakan kebijakan ini juga akan dilaksanakan melalui perubahan Peraturan Menteri PUPR tentang kemudahan atau bantuan perolehan rumah bagi MBR. Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti mengatakan aturan tersebut segera diterapkan pada tahun depan menyusul selesainya draft perubahan Permen tersebut.(aln)

— 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.