Kuku Bima Sido Muncul Iklankan Rawa Pening

ENCENG GONDOK- Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, menunjukkan enceng gondok yang dinilai mengganggu keindahan Rawa Pening yang bisa dijadikan destinasi wisata yang mendunia, disela meninjau proses pengambilan gambar Iklan Kuku Bima Energi. FOTO : ANING KARINDRA


UNGARAN – PT Sido Muncul Tbk berupaya mempromosikan Rawa Pening sebagai sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan pembuatan iklan terbaru Kuku Bima Energi di Kawasan Rawa Pening, Kabupaten Semarang, dengan proses pengambilan gambar atau shooting yang dilakukan pada Kamis pagi.



Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, ada alasan tersendiri mengapa Rawa Pening dipilih untuk pengambilan gambar iklan produk Sido Muncul. Danau seluas 2.600 hektare ini dipilih karena pemandangan alamnya yang bagus serta memiliki cerita ‘Baru Klinthing’ yang melegenda di Indonesia.



“Kami ingin memperkenalkan Rawa Pening lebih luas lagi di Indonesia bahkan mancanegara,” kata Irwan, saat meninjau proses pengambilan gambar iklan yang dibintangi oleh atlet binaraga asal Bali, I Gusti Agung Kusuma Yudha Rai atau yang akrab disapa Ade Rai, di Jembatan Biru Rawa Pening.



Irwan menambahkan, selain mempromosikan produk Kuku Bima, melalui iklan ini Sido Muncul ingin pemerintah lebih memperhatikan permasalahan yang terjadi di Rawa Pening. Dalam hal ini terkait enceng gondok yang menutupi mayoritas pernukaan danau.



“Harapan kami, pemerintah lebih memperhatikan Rawa Pening agar eceng gondok teratasi dan Rawa Pening bisa menjadi destinasi wisata yang mendunia,” imbuhnya.



Irwan Hidayat yakin, jika danau alam Rawa Pening yang terletak di Kabupaten Semarang bisa menjadi destinasi wisata dunia. Namun, danau yang membelah empat kecamatan di kabupaten berslogan Bumi Serasi ini harus bersih dari eceng gondok.



“Luas Rawa Pening lebih dari 2.500 hektare sangat berpotensi untuk menarik jutaan wisatawan. Namun sayangnya eceng gondok tersebar di setiap daerah di danau ini, dan sangat mengganggu,” imbuhnya.



Jika Rawa Pening bersih dari eceng gondok dan dapat dijadikan destinasi wisata yang mendunia, lanjut Irwan, maka dapat mendatangkan pendapatan asli daerah serta membuka lapangan pekerjaan.



“Untuk itu, kami membuat iklan terbaru Kuku Bima Energi di Rawa Pening supaya pemerintah menaruh perhatian penuh. Saya juga berharap Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) datang ke Rawa Pening dan melihat langsung kondisinya,” jelasnya.



Irwan mengaku siap jika ikut dilibatkan untuk mengelola eceng gondok yang sangat mengganggu di Rawa Pening. Apalagi, tanaman gulma air tersebut bisa dijadikan bahan bakar berupa briket untuk pengolahan industri di pabrik Sido Muncul.



“Selain briket, Sido Muncul juga menggunakan limbah padat jamu dan hasil wood pallet untuk bahan bakar boiler proses produksi jamu. Tapi jumlah briket dan limbah padat jamu baru memenuhi 50% saja, dan 50% lainnya masih menggunakan gas,” tandasnya.(aln)