Harga Beras Sumbang Inflasi Jateng 

0
88


SEMARANG- Kenaikan harga beras yang terjadi di Jawa Tengah belakangan ini turut andil dalam menyumbang inflasi di provinsi ini. Pada bulan September, inflasi Jawa Tengah tercatat 0,20 persen. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Margo Yuwono mengatakan, laju inflasi Jawa Tengah terbilang cukup besar jika dibanding inflasi nasional, yang hanya sebesar 0,13 persen saja. Adapun selain kenaikan harga beras, komoditas lain yang menyumbang terjadinya inflasi di Jawa Tengah adalah bahan bakar rumah tangga, pendidikan, nasi dengan lauk dan angkutan udara.

“Untuk inflasi pada September 2017 lebih tinggi bila dibandingkan bulan sebelumnya, karena sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,51 persen,” katanya.


Menurutnya, ada empat kota yang mengalami inflasi di Jateng, yakni Kota Semarang sebesar 0,34 persen, Kabupaten (0,25 persen), Kota Tegal (0,12 persen) dan Kabupaten Kudus (0,10 persen). Sedangkan beberapa kota justru mengalami deflasi, yakni Kota Surakarta dan Kecamatan Purwokerto Kabupaten Banyumas, masing-masing 0,06 persen.


Dijelaskan, inflasi Jateng kali ini termasuk cukup tinggi jika dibanding nasional yang hanya 0,13 persen. Penyebabnya itu karena kenaikan harga beras yang menyumbang andil sebesar 0,931 poin. 

“Ini penting untuk menjadi perhatian, karena beras itu andilnya besar dalam iinflasi,” jelas Margo.

Meski Jawa Tengah mengalami inflasi, lanjut Margo, masih ada komoditas yang mampu meredam laju inflasi, seperti bawang merah, bawang putih, cabai rawit dan daging ayam ras.

Sementara, laju inflasi tahun kalender September 2017 sebesar 2,73 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender September 2016 yang hanya 1,52 persen. Sedangkan untuk laju inflasi year on year september 2017 sebesar 3,58 persen, lebih tinggi dari periode sebelumnya yang hanya 2,71 persen.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here