Konsep SiHaTi Siap Jadi Percontohan

0
144

– APLIKASI SIHATI- Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, saat mempresentasikan aplikasi SiHaTi dalam “Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017′ yang diikuti 580 wartawan dari 34 provinsi di Indonesia, di Jakarta. FOTO : ANING KARINDRA


JAKARTA- Konsep SiHaTi, sistem informasi harga dan produksi komoditi yang dikembangkan oleh pemerintah provinsi Jawa Tengah bersama Kpw Bank Indonesia Semarang sisp menjadi percontohan bagi provinsi lainnya di Indonesia. Aplikasi pengendalian harga ini telah terbukti sukses mengendalikan laju inflasi di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, saat ini Jawa Tengah bahkan telah dianggap sukses dalam mengendalikan kenaikan harga-harga komoditas melalui SiHaTi. Pasalnya, hanya dalam satu genggaman smartphone saja sudah bisa terlihat pergerakan harga dari seluruh kabupaten/kota dan jika ada gejolak langsung bisa teratasi.

“Aplikasi SiHaTi terbukti memberikan pengaruh positif terhadap pergerakan harga komoditas. Bahkan, Presiden Joko Widodo memberi apresiasi agar sistem tersebut bisa diterapkan di seluruh wilayah di Indonesia, sehingga pemerintah sebagai pemegang kebiijakan bisa mengendalikan harga yang terjadi di lapangan,” katanya, dalam “Pelatihan Wartawan Daerah Bank Indonesia 2017′ yang diikuti 580 wartawan dari 34 provinsi di Jakarta.

Menurutnya, saat ini Aplikasi SiHaTi sudah masuk generasi ketiga. SiHaTi makin memudahkan produsen atau kalangan petani dan peternak di Jawa Tengah dalam menentukan rencana tanam atau pembiakan, sehingga mampu menekan harga jatuh saat panen raya dan mengurangi lonjakan harga ketika kelangkaan produksi terjadi.

“Bagi konsumen atau masyarakat, aplikasi inj bermanfaat untuk mengelola ekspektasi positif karena adanya transparansi harga dan pasokan,” ungkapnya.

Dijelaskan, SiHaTi selama ini memudahkan kerja pemerintah daerah di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk menekan gejolak harga di pasar. Dalam hal ini, data yang masuk di SiHaTi merupakan data riil dari seluruh pasar besar di Jawa Tengah.

“Sesuai arahan Presiden, pada prinsipnya kami siap melakukan pendampingan jika ada provinsi lain ingin mengadopsi aplikasi SiHaTi,” jelasnya.

Jawa Tengah, lanjutnya, siap untuk kirimkan software-nya ke daerah yang mau adopsi SiHaTi. Dalam hal ini, tetap menggandeng Bank Indonesia di masing-masing daerah.

“Yang terpenting ketika mengaplikasikan SiHaTi adalah setiap pemerintah daerah selalu mengevaluasi pergerakan harga komoditas, sehingga saat salah satu komoditas mendekati zona merah atau sudah masuk zona merah harus segera diambil tindakan intervensi untuk menekan pergerakan harga,” imbuhnya.

Sementara, jika seluruh daerah di Indonesia bisa menerapkan SiHaTi, maka lonjakan harga di momentum tertentu bisa dicegah. Selain itu, kelangkaan produksi juga bisa segera diantisipasi lewat kebijakan strategis.(aln)

Berita sebelumyaPenjualan Rumah Anjlok
Berita berikutnyaTV OLED LG Dapat Pembaruan Dolby TrueHD
Aning Karindra (Alin) || Blogger || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08112706668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Path : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here