Kecelakaan, Driver Gojek Ditanggung BPJS TK

0
157

PASIEN BPJS TK- Rakhmat (44), driver Gojek yang mengalami kecelakaan dikunjungi managemen BPJS Ketenagakerjaan, di RS Tugurejo Semarang. FOTO : ANING KARINDRA



RAKHMAT (44), driver Gojek asal Semarang ini sedikit bernafas lega tatkala harus mendapatkan perawatan di RS Tugurejo. Kecelakaan yang menimpanya dan membuat bahu kanannya cedera segera ditangani pihak rumah sakit setelah mengetahui pria paruh baya ini membawa Kartu BPJS Ketenagakerjaan.




Rakhmat Abdus Shobur, atau biasa disapa Rakhmat ini mengalami kecelakaan pada pekan kemarin saat sedang mengantarkan penumpang di daerah Krapyak. Saat jalan setelah lampu lalintas berwarna hijau, tiba tiba ban motor depannya pecah, dan motornya tidak bisa dikendalikan, sehingga dia terjatuh. Naas, bahu kanannya menimpa stang motornya, dan membuat persendian bahunya mengalami dislokasi.




Saat tiba di RS Tugurejo, pihak rumah sakit langsung menanyakan kelengkapan dokumen yang dibawanya. Saat itu, Rakhmat langsung menyerahkan KTP dan Kartu BPJS Ketenagakerjaan miliknya.




“Saat mau masuk ditanyain, bapak bawa dokumen apa? Saya langsung serahkan KTP sama Kartu BPJS Ketenagakerjaan. Alhamdulillah bisa dimanfaatkan, sehingga langsung dapat penanganan beserta kamar rawat inap,” kata Rakhmat, saat dikunjungi Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang Pemuda.




Saat ini, Rakhmat sedang menunggu gula darahnya turun untuk melakukan operasi pembenahan persendian bahu kanannya. Rakhmat pun sangat bersyukur karena bisa langsung ditangani.




“Ternyata BPJS Ketenagakerjaan sangat membantu, karena biaya pengobatan akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan sampai benar-benar sembuh,” ucapnya.




Kepala Bidang Pemasaran Informal Cabang Semarang Pemuda, Noviana Kartika Setyaningtyas mengaku, turut bersyukur karena Rakhmat bisa langsung ditangani tanpa kendala apapun. Penumpang Gojek pun ternyata tidak ada masalah, serta pihak rumah sakit sangat tanggap melayani peserta BPJS Ketenagakerjaan.




“Alhamdulillah mas Rakhmat bisa langsung ditangani oleh RSTC (Rumah sakit Trauma Center) atau saat ini sudah berganti nama menjadi PLKK ( Pusat Layanan Kecelakaan Kerja), tanpa kendala apapun,” ujar Noviana, setelah menjenguk Rakhmat.




Noviana menilai, dari kejadian ini bisa sebagai pembelajaran, bahwa apapun pekerja pasti ada resiko yang bisa datang kapan saja. Oleh sebab itu, perlu adanya perlindungan kepada para pekerja, yaitu BPJS Ketenagakerjaan.




“Dengan BPJS ketenagakerjaan, resiko itu dapat dicover tanpa ada batasan biaya. Bahkan bila tenaga kerja itu sampai 6 bulan masih belum bisa bekerja, otomatis mereka tidak ada pemasukan, hal ini masuk kategori Sementara Tidak Mampu Bekerja, dan BPJS ketenagakerjaan akan mengganti upahnya 100% sesuai upah yang dilaporkan ke BPJS Ketenagakerjaan,” terangnya.




Rakhmat juga berharap, kejadian ini bisa menimbulkan kepedulian para pekerja lainnnya, terutama rekan driver Ojek Online akan perlindungan Kecelakaan Kerja. Pasalnya, dengan dilindungi BPJS Ketenagakerjaan, mereka bisa bekerja dengan rasa aman.




“Dan bila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, keluarga dirumah tidak terbebani karena segala biaya yang dikeluarkan akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya.(aln)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here