Karyawan XL Mengajar PAUD dan TK

0
123

BERBAGI- Karyawan XL Axiata sedang mengajar murid-murid PAUD Cakung Barat terkait dengan Program Karyawan Mengajar PAUD dan TK. FOTO : IST/ANING KARINDRA

SEMARANG- Karyawan XL Axiata terus melanjutkan program mengajar ke berbagai elemen masyarakat di berbagai wilayah Tanah Air. Sepanjang Maret dan April 2018, mereka yang tergabung dalam Program Karyawan BERBAGI (Bersama Bangun Negeri) tersebut melaksanakan kegiatan untuk penghuni sejumlah rumah susun (rusun) di wilayah DKI Jakarta.

Mereka terutama mengajarkan bagaimana menumbuhkan kreatifitas bagi anak-anak usia dini di Taman Kanak-kanak dan Teman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Group Head Corporate Communication XL Axiata, Tri Wahyuningsih mengatakan, untuk program ini, XL menjalin kerja sama dengan Reachout Foundation yang mengelola Taman Kanak-kanak dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di berbagai penjuru DKI Jakarta. Selain itu, turut mendukung pula pengelola 8 rusun yang tersebar di Ibukota.

“Materi ajar yang disampaikan oleh para karyawan XL Axiata adalah story telling, handy craft, serta sing and dance,” katanya.

Lokasi program, lanjutnya, ada di PAUD Surya Kasih Rawa Bebek Jakarta Timur, PAUD Surya Kasih Rusun Tipar Cakung Jakarta Timur, PAUD Surya Kasih Rusun Cakung Barat Jakarta Timur, PAUD Surya Kasih Rusun Komarudin Jakarta Timur, PAUD Surya Kasih Rusun Daan Mogot Jakarta Barat, PAUD Surya Kasih Rusun Cipinang Besar Jakarta Timur, PAUD Surya Kasih Rusun Pinus Elok Jakarta Timur dan PAUD Surya Kasih Rusun Pulo Gebang Jakarta Timur.

Menurutnya, Program Karyawan BERBAGI yang diluncurkan sejak awal tahun 2017 silam telah dilaksanakan di berbagai Kota di Indonesia dengan telah melibatkan lebih dari 100 karyawan. Kegiatan yang dilakukan berupa mengajar di sekolah tentang pemanfaatan internet secara sehat, juga program penguatan kapasitas Majelis Ta’lim, pondok pesantren, dan sekolah Islam.

“Selain itu juga ada kegiatan berupa digital volunteering dan reading for the blind, berupa program membacakan buku untuk diubah ke audio book dan diserahkan kepada pengelola yayasan yang menaungi para penyandang tuna netra,” tandasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.