PLN DJTY Raih Platinum ISDA Award

0
74

SEMARANG – PLN DJTY (Distribusi Jawa Tengah & DIY ) kembali memperoleh penghargaan CSR (Corporate Social Responsibility) dengan diraihnya Platinum dan Gold Award dari ISDA (Indonesian Sustainable Development Goals) Award. Serah terima penghargaan yang diselenggarakan oleh Corporate Forum For Community Development (CFCD) ini berlangsung di Jakarta dengan diwakili oleh Eric Rossi Priyo N, Manajer PLN Area Yogyakarta dan Joko Hadi Widayat PLN Area Pekalongan.

Dengan mengangkat tema lingkungan, PLN Jateng & DIY berhasil mendapatkan penghargaan Platinum, yaitu penghargaan tertinggi ISDA Award untuk program Desa Wisata Pandansari Tonggak Kemajuan Ekonomi Warga yang bertempat di Pekalongan. Kiprah PLN dalam meningkatkan kemajuan ekonomi dengan Desa Wisata Pandansari sebagai pilot project pemberdayaan ekonomi warga desa dengan memanfaatkan potensi alam desa berupa aliran sungai irigasi dan landscape persawahan dibuat untuk destinasi wisata berupa rafting, tubing, camping dan outbound.

Dampak program ini sangat dirasakan warga terutama angka tingkat pengangguran. Sebelum program CSR bergulir banyak para pemuda pemudi merantau ke kota besar untuk mencari penghidupan layak namun setelah adanya Program PLN Peduli angka pengagngguran berkurang drastis disebabkan sebagian besar para pemuda pemudi ikut serta menjadi pengelola wisata tersebut mengingat penghasilan yang sangat menjanjikan belum lagi adanya multiplier effect berupa munculnya usaha pendukung seperti guest house, kuliner dan suplier bahan makanan.

Sedangkan penghargaan Gold diraih dengan program Sumber Air Mudal untuk Kehidupan yang bermula dari sebuah mata air di sungai mudal yang kemudian dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sebelum adanya Program CSR PLN warga hanya memanfaatkan air dari sumur yang di musim kemarau bisa mengering melihat hal ini PLN Peduli kemudian masuk untuk memberikan CSR berupa pemberdayaan sumberdaya air dengan memanfaatkan mata air sungai mudal yang tidak pernah kering untuk digunakan sebagai air konsumsi sehari-hari. Warga membuat Organisasi pengeolaan air untuk mengatur dan mendistribusikan air sungai mudal lewat flowmeter ke rumah-rumah warga. Dampak dari program ini adalah tercukupinya kebutuhan warga tanpa mengenal musim dan terjaganya ekosistem lingkungan sungai.

Selain PLN DJTY, beberapa unit PLN yang juga mendapatkan penghargaa ISDA Award adalah PLN Wilayah Bangka Belitung dengan program Cahaya Di Kampung Nelayan dan Geliat Usaha Mandiri di Bawah Jalur SUTT Namang, PLN Distribusi Jawa Timur dengan program Pengelolaan Listrik Berbasis Masyarakat Desa Watupanjang Krucil, PLN Distribusi Jawa Barat dengan program Perempuan dan Sampah Tepat Guna Bernilai Ekonomis Di Kota Bandung, PLN P3BS dengan program Pemanfaatan Lahan Tidur Mendukung Kesejahteraan, PLN Distribusi Jakarta Raya dengan program Air Bersih di Pesisir Jakarta Utara, PLN TJBT dengan progam Pemberdayaan Petani Melalui Sistem Pertanian Organik Terintegrasi, PLNKITSBS denagn program Pengelolaan DAS Berbasis Masyarakat Dalam Skema Imbal Jasa Lingkungan di DAS Besai.

Deputi Manajer Komunikasi Bina Lingkungan (KBL) PLN DJTY, Hardian Sakti menjelaskan bahwa dalam penilaian program yang diusulkan, sistem penilaiannya meliputi dasar pertimbangan program, rencana strategis, fasilitas yang diberikan, standar operating procedure (SOP) program, penerima manfaatnya, perencanaan sampai dengan dampak dari program CSR serta tentunya program berkelanjutan. Semuanya akan dinilai secara ketat karena ingin semua perusahaan itu melakukan investasi sosial untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
CFCD sendiri merupakan forum bersifat independen yang dibentuk sebagai wadah komunikasi bagi para pelaku corporate social responsibility (CSR) dan pegiat pemberdayan masyarakat dengan kategori award ada dua yakni perorangan pelaku CSR/community development/sustainable development dan program yang dilakukan perusahaan dalam upaya kontribusinya pada tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Untuk kepesertaan bisa dari perusahaan BUMN, swasta nasional (PMDN) maupun multi nasional (PMA) yang terbagi menjadi lima sektor. Yakni pertambangan dan energi, industri dan manufaktur, pertanian dan agroindustri, jasa, perbankan dan telematika, kontruksi dan infrastruktur serta industri media. Selain itu, bisa juga diikuti oleh lembaga mitra perusahaan seperti yayasan/lembaga pemberdayaan, kontraktor, perguruan tinggi serta lembaga swadaya masyarakat.

Ajang ini akan menominasikan progam terkait dengan pencapaian 12 dari 17 tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Di Indonesia sendiri SDGs sudah ada peraturan presidennya berupa Perpres No. 59 tahun 2017 mengenai pelaksanaan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Sebagai sarana sosialisasi keputusan presiden tersebut, CFCD juga bersama-sama dengan pemerintah memprakarsai adanya Indonesian SDGs Corporate Summit. Beberapa parameter yang diberlakukan untuk menilai kategori perorangan tersebut diharapkan bisa memberi efek positif bagi masyarakat dan pelaku usaha.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.