Harga Properti Segera Naik

0
33

– PAMERAN- Sebanyak 11 pengembang dan 5 stakeholder turut meramaikan kegiatan Property Expo Semarang ke-7 di Mall Ciputra Semarang, yang dihelat mulai 12 – 23 September 2018. FOTO : ANING KARINDRA

SEMARANG- Para pengembang properti akan segera melakukan evaluasi harga. Langkah ini dilakukan seiring naiknya harga sejumlah material bahan bangunan.

Wakil Ketua Bidang Promosi, Humas dan Publikasi DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah, Dibya K. Hidayat mengatakan, kenaikan harga material terimbas melemahnya nilai tukar rupiah. Untuk itu, terpaksa harga properti pun harus mengikuti.

“Kita dalam waktu dekat akan menyikapi pelemahan rupiah, ke depan akan ada revisi harga,” kata Dibya, saat ditemui di sela – sela kegiatan Property Expo Semarang ke-7 yang dihelat di Mall Ciputra Semarang, mulai Rabu (12/9).

Dibya menyebutkan, kontribusi besi dan semen dalam membangun sebuah rumah hampir 40%. Saat melihat harga kedua bahan baku utama itu sudah naik, maka pengembang terpaksa harus menaikkan harga jual rumahnya.

“Bahan bagunan yang terpengaruh dollar akan beranjak naik, apalagi yang ada kandungan bahan baku impor, seperti besi dan semen yang pasti akan naik,” sebutnya.

Dibya berharap, naiknya bahan material impor tidak diikuti pula bahan bangunan lokal seperti batu bata, genteng, dan batu. Jika semua harga naik, maka sudah otomatis harga properti akan makin melambung naik.

“Rumah kalau sudah kita naikkan misal 10% dan tiba – tiba dolar turun lagi. Harga rumah tidak akan bisa turun,” ujarnya.

Sementara, sebanyak 11 pengembang dan 5 stakeholder turut meramaikan kegiatan Property Expo Semarang ke-7 di Mall Ciputra Semarang, yang dihelat mulai 12 – 23 September 2018. Meski kondisi penjualan properti tengah lesu, Dibya tetap optimis pameran kali ini bisa mendapatkan hasil sesuai target.

“Meski kondisi sektor properti sedang tidak bergairah seperti ini, kami optimis dan tetap diusahakan sesuai target,” tegasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here