Penyaluran KUR Jateng Tembus Rp21.22 Triliun

0
22
– PERTEMUAN TAHUNAN- Jajaran pejabat OJK dan stakeholder berfoto bersama usai Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Gumaya Semarang, Senin. FOTO : ANING KARINDRA
SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah menjadi yang tertinggi di Indonesia. Data OJK menyebutkan, sepanjang tahun 2018, penyaluran KUR di Jawa Tengah mencapai Rp 21,22 triliun atau berkontribusi 17,63% terhadap total penyaluran KUR secara nasional yang mencapai Rp120,34 triliun.
“Sektor keuangan di Jateng tumbuh sangat baik. Penyaluran kredit juga tumbuh cukup tinggi. Namun memang tidak setinggi nasional karena Jateng fokus kreditnya yang tumbuh tinggi untuk sektor UMKM. Jadi meskipun kredit tidak tumbuh setinggi nasional, tapi penyaluran UMKM itu jateng, sangat tinggi,” kata Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Tirta Segara, dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Gumaya Semarang.

Kepala OJK Regional 3 Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa menambahkan, terlepas dari kinerja yang sudah sangat positif tersebut, pihaknya melihat masih adanya ruang yang cukup besar bagi Industri Jasa Keuangan untuk meningkatkan kontribusinya bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Jawa Tengah.
“Dari hasil riset, ada beberapa daerah yang memiliki potensi UMKM sangat besar, tapi di lain sisi industri keuangan yang masuk ke sana belum banyak. Seperti di Kab. Demak, Jepara, Pekalongan, Wonogiri itu memiliki jumlah UMKM yang relatif banyak, namun penyaluran kredit UMKM masih dibawah rata-rata Jawa Tengah,” imbuhnya.
Dijelaskan, penyaluran kredit mikro di Jateng juga masih relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah usaha mikro. Data tahun 2016, di Jawa Tengah terdapat usaha mikro sebanyak 3.776.843 atau sebesar 90,55% dari total UMKM dan menyerap 5.738.839 tenaga kerja. Sedangkan share kredit usaha mikro hanya sebesar 18,03% dari total kredit UMKM.
“Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar usaha mikro belum tersentuh pembiayaan dari Industri Jasa Keuangan,” jelasnya.
Menyikapi berbagai dinamika dan tantangan perekonomian yang dihadapi, lanjutnya, OJK telah menyiapkan beberapa program strategis terkait alternatif pembiayaan sektor strategis pemerintah, akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional, akses keuangan bagi UMKM dan masyarakat kecil, persiapan OJKdalam menghadapi revolusi industri 4.0, serta reformasi bisnis proses industri dan internal OJK.
“Selain mengimplementasikan kebijakan strategis OJK, kami akan tetap melakukan berbagai upaya penguatan dan penyehatan OJK di Jateng dan DIY untuk lebih meningkatkan ketahanan dan daya saingnya,” terangnya.
Upaya penguatan dan penyehatan tersebut, katanya, akan dilakukan melalui peningkatan permodalan, merger, konsolidasi dan akuisisi, penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang lebih baik, serta peningkatan kualitas SDM dan TI. Upaya tersebut akan dilakukan dengan melibatkan peran aktif asosiasi, pemegang saham, dan penguatan mekanisme pengawasan internal IJK itu sendiri.
“Kebijakan strategis dan upaya penguatan serta penyehatan OJK di Jateng dan DIY diharapkan akan semakin meningkatkan kontribusi IJK terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah,” tandasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.