Lahan Sempit Untuk Tanaman Pangan

SEMARANG – Kodim 0733 BS Semarang melalui para Danramil dan Babinsa sukses memotivasi warga di wilayah masing-masing untuk mengelola tanaman pangan di lahan yang sempit dengan mengajarkan penanaman media polybag. Langkah untuk menjaga ketahanan pangan ini dilakukan atas kerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pertanian Kota Semarang.


Komandan Kodim 0733 BS Semarang, Letkol Kav Zubaedi SSos MM melalui Danramil 13 Semarang Selatan Mayor Inf Rahmatullah AR SE MM memaparkan program ketahanan pangan yang mendapat support Dinas Pertanian Kota Semarang telah membawa dampak positif bagi masyarakat warga Kota Semarang, terutama mereka yang berada di kampung-kampung yang tak memiliki lahan cukup untuk menanam.


“Melalui penanaman di media polybag, warga masyarakat bisa menikmati hasil tanaman pangan seperti cabe, labu, tomat dan tanaman obat diantaranya jahe, sere, kencur dan temu lawak. Meski masih dimanfaatkan untuk kepentingan keluarga, namun ini bisa megurangi pengeluaran”, ungkap Mayor Inf Rahmatullah AR, saat meninjau hasil tanaman media polybag di Kampung Pelangi Wonosari, Kelurahan Randusari, Semarang Selatan.


Menurut Rahmatullah, sebelumnya warga yang hendak memberdayakan lahan sempit untuk menanamnya di polybag mendapatkan bibit tanaman dari Dinas pertanian Kota Semarang melalui Kodim 0733 BS Semarang yang didistribusikan melalui masing-masing Koramil. Kemudian tanaman tersebut dikelola warga dan setiap saat dipantau pertumbuhannya oleh petugas gabungan dari PPL Pertanian bersama Babinsa setempat.


“Kami ini mendapati tanaman yang ada di kampung Pelangi Wonosari tumbuh subur dan berhasil mengembang, bahkan berbuah. Berkat kesungguhan warga yang merawat tanaman cabe telah berhasil menghasilkan cabai yang gemuk, pedas dan bersih”, ungkap Rahmatullah.


Sementara Lurah Randusari, Edwin mengemukakan program pertanian lahan sempit yang disinergiskan antara Dinas Pertanian dengan Kodim 0733 BS Semarang ini tidak saja bisa membantu warga masyarakat mengembangkan tanaman pangan di lahan sempit, melainkan juga menciptakan dan menggiatkan kegiatan positif, khususnya bagi kaum perempuan di wilayah. Mereka jadi punya kesibukan baru yang positif, bahkan bisa memanfaatkan hasil panenan untuk kebutuhan pangan keluarga”, ungkap Edwin.(aln)