Kanwil DJP Jawa Tengah I Gelar Start Up Biz Fest

– START UP BIZ FEST- Kanwil DJP Jawa Tengah I bekerja sama dengan Impala Space menyelenggarakan kegiatan Building Development Service (BDS) UMKM bertajuk Start Up Biz Fest di Wisma Perdamaian Semarang.FOTO : IST/ANING KARINDRA



SEMARANG- Kanwil DJP Jawa Tengah I bekerja sama dengan Impala Space menyelenggarakan kegiatan Building Development Service (BDS) UMKM bertajuk Start Up Biz Fest di Wisma Perdamaian Semarang.

Menyasar peserta pengusaha rintisan berbasis teknologi (Start Up) di Semarang, BDS kali ini dihadiri lebih dari 200 peserta. Dibuka langsung oleh Wakil Walikota Semarang, Hevearita didampingi Kepala Kanwil DJP Jateng I, kegiatan ini juga dimeriahkan oleh Start Up exhibition.


Perkembangan industri digital di Indonesia ditandai dengan pesatnya pertumbuhan perusahaan rintisan berbasis teknologi (Start Up). Ditandai dengan Gerakan 1000 Start Up yang dicanangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2016 lalu yang digadang-gadang dapat membawa Indonesia menjadi World Biggest Digital Power.


Perkembangan UMKM Indonesia beberapa tahun belakangan ini kerap disandingkan dengan Start Up akibat kebijakan pemerintah yang terus menggenjot perkembangan keduanya. Berawal dengan core bisnis yang hampir mirip, dimana UMKM berfokus pada barang, sementara Start Up pada jasa, lini bisnis UMKM konvensional diharapkan mampu berkait dengan ekosistem Start Up yang berbasis digital.


Kepala Kanwil DJP Jawa Tengah I, Suparno mengatakan, Direktorat Jenderal Pajak mengembangkan program BDS sebagai salah satu strategi pembinaan dan pengawasan kepada Wajib Pajak UMKM dalam membina dan mendorong pengembangan usahanya secara berkesinambungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran (awareness), keterikatan (engagement), dan kepatuhan (compliance) terhadap pajak.


“Start Up Biz Fest merupakan inovasi program BDS sebagai titik kumpul komunitas teknologi, kreatif, dan budaya, sekaligus juga menyediakan wadah untuk memperluas relasi, memperoleh ilmu dan wawasan baru, berdiskusi, berkolaborasi sekaligus mendapatkan akses alternatif pendanaan yang sangat diperlukan untuk mengembangkan usaha mereka,” katanya. 


Dijelaskan, ajang ini diharapkan juga dapat menghadirkan solusi untuk mensinergikan ekosistem UMKM konvensional dengan ekosistem Start Up. Dengan begitu, terbentuk sebuah ekosistem digital yang menguntungkan.


Wakil Walikota Semarang, Hevearita juga menyampaikan dukungan Pemerintah Kota Semarang kepada UMKM dan bisnis Start Up khususnya. Pemerintah Kota Semarang siap memfasilitasi start-Up di Kota Semarang untuk dapat berkembang menjadi salah satu Unicorn di Indonesia. 


“Dan Semarang adalah kota yang leading dengan banyaknya Start Up yang berasal dari Semarang yang didukung penuh oleh Pemkot Semarang,” ujarya.

Sementara, Talkshow Start Up Biz Fest menghadirkan 6 pembicara dari Tokopedia, Gojek Indonesia, Kementerian Keuangan, Kemenristekdikti, Dinas Kominfo Kota Semarang, dan Asosiasi Pengusaha Coworking Indonesia. Materi paparan terkait pengembangan bisnis startup mulai dari perencanaan, fasilitas dan kemudahan hingga alternatif pendanaan.


Direktorat Jenderal Pajak berharap melalui kegiatan ini dapat terbangun relasi dan komunikasi yang baik antara kantor pajak dengan komunitas Start Up serta dapat menanamkan kesadaran moral para pebisnis Start Up bahwa kontribusi pembayaran pajak penting bagi pembiayaan negara dimana salah satu pengaruh yang dapat dirasakan adalah kemajuan pembangunan infrastruktur.

Seperti filosofi Start Up yang diharapkan memberikan pengaruh sosial, maka kontribusi pembayaran pajaknya pun membawa pengaruh kesejahteraan bagi negara.(aln)