Penyaluran Kredit Tunaiku Tembus Rp1 Triliun

– Vishal Tulsian- Managing Director Amar Bank. FOTO : IST/ANING KARINDRA



JAKARTA- Sejak hadir pada 2014 sampai saat ini, Tunaiku, pionir Financial Technology (fintech) dari Amar Bank, mengalami perkembangan yang sangat cepat. Saat ini, jumlah penyaluran kredit meningkat dengan cepat dari Rp 200 miliar tumbuh menjadi Rp 1 triliun. 


Managing Director Amar Bank, Vishal Tulsian mengatakan, jumlah install aplikasi pun kini telah mencapai 1 juta orang lebih. Adapun jumlah nasabah kini mencapai lebih dari 200 ribu orang.


“Sejak 5 tahun ini Tunaiku memperlihatkan pertumbuhan yang siginifikan,” katanya. 


Ditambahkan, pertumbuhan Amar Bank ini turut berperan pada pertumbuhan kredit perbankan di Indonesia yang mencapai 12,45% di sepanjang tahun 2018. Dari sisi rasio net pinjaman bermasalah (NPL) pada 2018 mencapai -0.61 persen. 


“Layanan Tunaiku saat ini tersedia di 16 kota besar. Nilai pinjaman yang ditawarkan berkisar Rp 2 juta sampai dengan Rp 20 juta dengan tenor pinjaman 6-20 bulan,” imbuhnya.


Vishal menuturkan, angka tersebut menurut OJK sudah melebihi target yang sudah ditentukan. Pertumbuhan ini memperlihatkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap produk perbankan yang menyediakan layanan kredit serta layanan perbankan lainnya. 


“Amar Bank sebagai bank modern yang berada pada era digital, menghadirkan teknologi untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah terhadap pelayanan kredit yang cepat dan masif melalui produk unggulannya, Tunaiku,” ucap Vishal Tulsian.


Dengan adanya pencapaian yang cukup tinggi, Vishal mengaku optimis melihat geliat pertumbuhan perekonomian di Indonesia.


“Saya optimis pertumbuhan perekonomian akan semakin baik lagi di tahun 2019, dan Amar Bank akan menjadi bagian dari pertumbuhan ini. Terutama dengan berkembang pesatnya Tunaiku, akses layanan keuangan akan menjadi semakin luas sehingga dapat memacu percepatan inklusi keuangan di Indonesia,” ujar Vishal.


Mengenai strategi lahun 2019, Vishal berharap Tunaiku dapat menjangkau segmen yang lebih luas, bagaimana menjangkau lebih banyak masyarakat, bagaimana meningkatkan maksimum jumlah pinjaman, menjangkau lebih banyak pengusaha bisnis mikro (Usaha Mikro Kecil dan Menengah  ‘UMKM’)


“Tunaiku saat ini tengah mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh pelaku usaha kecil dan mikro. Jadi kami berencana meluncurkan fitur spesial untuk pelaku UMKM,” jelasnya. 


Fitur tersebut juga tentunya untuk membantu, sesuai kebutuhan mereka. Saat ini, Tunaiku menyiapkan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.


“Untuk timeline, karena ini terkait dengan regulasi, kami tidak akan mengumumkan sebelum mendapat persetujuan dari regulator. Tapi kami sudah mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan ini dan kami akan meluncurkan fitur ini secepatnya,” papar Vishal.(aln)