PLN Catat Pertumbuhan kWh 5.14%

  • CEK INSTALASI- Petugas PLN tengah melakukan pengecekan instalasi listrik. FOTO : IST/ANING KARINDRA

SEMARANG– Memasuki peringatan Hari Listrik Nasional ke-74 yang diperingati pada 27 Oktober, PLN Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta berhasil meningkatkan pertumbuhan kWh sebesar 5,14 % pada Triwulan III 2019. Angka ini diharapkan terus meningkat sampai dengan akhir tahun 2019 dengan target 6.16%.

GM PLN UID Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta, Agung Nugroho mengatakan, trend pertumbuhan penjualan listrik PLN Jawa Tengah & D.I Yogyakarta dari tahun ke tahun cenderung fluktuatif. Tercatat, pada tahun 2016 sebesar 6,47 %, tahun 2017, 3,09 %, dan tahun 2018 sebesar 5,13 %.

“Dari sisi pendapatan, PLN Jawa Tengah & D.I Yogyakarta berhasil meraup pendapatan sebesar Rp21,1 trilyun, dan energi terjual sebesar 20.451.662 MWh sampai dengan Triwulan III tahun 2019,” katanya.

Untuk rasio elektrifikasi, lanjutnya, PLN Jawa Tengah & D.I. Yogyakarta berhasil melistriki 100% Desa dan 99% KK di wilayah Jateng-DIY. Sebelumnya, pada tahun 2018 lalu, rasio elektrifikasi di wilayah Jateng-DIY berada di angka 97,92%.

“Salah satu yang berkontribusi pada pertumbuhan adalah program dedieselisasi yaitu peralihan penggunaan mesin diesel menjadi listrik. Total pelanggan dedieselisasi sampai dengan September 2019 adalah 8.934 dengan jumlah daya 114,3 MVA,” ujarnya.

Menurutnya, industri yang telah beralih dari genset/diesel ke listrik beragam mulai dari tambak udang, pemecah batu, pabrik garam, pengolah aspal sampai dengan sumur sawah untuk pengairan usaha pertanian.

“Program dedieselisasi tersebut adalah upaya PLN dalam meningkatkan roda perekonomian masyarakat,” ungkap Agung.

Menurut para pelanggan, beberapa keuntungan yang ditawarkan penggunaan listrik dibandingkan dengan mesin diesel antara lain biaya operasional yang lebih murah, praktis, efektif, efisien, dan tidak bising.

Banyaknya usaha termasuk UMKM yang beralih menggunakan energi listrik tidak lepas dari usaha PLN dalam memudahkan masyarakat dalam mendapatkan listrik dan meningkatkan kinerja operasi.

Agung Nugraha menambahkan, peningkatan penjualan ini dapat terealisasi karena kemudahan dan kecepatan layanan PLN.

“PLN sebagai penyedia tenaga listrik terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, salah satunya adalah dengan menyediakan pelayanan penyambungan yang mudah dan cepat,” imbuhnya.

Selain itu, saat ini pengajuan tambah daya dan pasang baru sudah sangat mudah, pelanggan cukup mengajukan melalui Aplikasi PLN Mobile melalui handphone masing masing ataupun menghubungi Contact Center PLN 123 dan Website pln.co.id

Agung berharap, pertumbuhan penjualan tenaga listrik ini menjadi tolok ukur meningkatnya roda ekonomi masyarakat khususnya di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.(aln)