Bismillah…. Sedikit berbagi cerita pengalaman saya pasca covid (2) :

Semarang, 1 Maret 2021

Bismillah…. Sedikit berbagi cerita pengalaman saya kena covid (2) :

“Perjuangan masih berlanjut…. Bagi penyintas terutama yang memiliki gejala dan komorbid tidak mudah melewati masa2 paska dinyatakan sembuh dan NEGATIF covid”

Aning Karindra (Alin), Semarang

PASKA dinyatakan sembuh, NEGATIF Covid, dan pulang dari rumah sakit, ini adalah hari ke 10 saya melakukan isolasi mandiri. Sesuai protokol, saya harus menjalani 14 hari isolasi mandiri, masih 4 hari lagi masa-masa saya untuk mengasingkan diri dan kontak langsung dengan keluarga dan orang-orang.

Ehmm…. sedikit bercerita ya…

Saya pikir, setelah sembuh dan NEGATIF itu, saya akan bisa langsung merasakan hidup normal. Ternyata dugaan saya SALAH BESAR. Justru masa-masa paska covid inilah yang saya nilai cukup berat.

Ternyata…?? perjuangan masih berlanjut…..

Bagi penyintas terutama yang memiliki gejala dan komorbid tidak mudah melewati masa2 paska dinyatakan sembuh dan NEGATIF covid. Secara psikis, kecemasan, ketakutan, kegelisahan, trauma masih terus menghantui. Kondisi tersebut bahkan memicu gejala-gejala fisik lainnya yang seolah terus bermunculan.

Mungkin ini yang kerapkali disebut ‘Post Covid-19 syndrome’ atau ‘Long Covid Syndrome’, yakni keadaan dimana pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 mengalami gejala lain, baik gejala ringan, sedang hingga berat.

Fenomena long covid yang dialami masing-masing penyintas mungkin akan berbeda. Pengalaman saya sendiri, saya merasakan cemas berlebih, menganggap dalam diri saya masih ada virus yang sewaktu-waktu bisa membunuh saya. Perasaan itu kadang membawa saya pada saat gejala2 awal covid muncul di tubuh saya…(seperti tenggorokan yang panas/panas dalam, nggreges, hidung seolah mampet). Saya bahkan masih belum percaya diri jika ada yang berusaha mendekati saya (suami dan anak-anak). Kuatir saya masih bisa menularkan atau saya rentan terinfeksi kembali.

Trauma…??? Yaaa…..

Batuk yang selama saya covid jarang sekali muncul, justru saat dinyatakan sembuh kini jadi seringkali muncul bersama lendir-lendir kental yang keluar.

Ngos-ngosan atau perasaan lelah masih kerap terjadi saat melakukan aktifitas, meski aktifitas ringan sekalipun.

Perut pun masih kerap mengalami sebah, perasaan hilang timbul antara kembung, perih, dan mual.

Indra penciuman meski bisa merasakan bebauan, tapi tak setajam dulu. Begitu pula indra perasa, mampu merasakan tapi belum bisa setajam kondisi normal.

Aktifitas saya pun akhirnya tetap terbatas, hanya makan, tidur, dan berjemur bila ada panas matahari, sembari melakukan gerakan2 peregangan otot ringan. Semampunya…. Jika mulai ngos-ngosan, saya hentikan, dan fokus pada berjemur sambil duduk. Begitupun untuk aktifitas solat, saya masih lakukan sambil duduk, untuk menghindari ngos-ngosan.

Latihan pernafasan juga kerapkali dilakukan, baik sambil duduk maupun berbaring. Begitu juga gerakan2 afirmasi diri yang saya dapatkan dari sharing sesama penyintas covid saya terapkan. Ini penting untuk menghilangkan rasa cemas dan gangguan psikis lainnya.

Selain obat-obatan, kekuatan doa dan sentuhan Allah SWT.. motivasi serta perhatian dari orang-orang di sekeliling masih sangat dibutuhkan untuk mengalihkan perhatian dari kecemasan dan perasaan yang entah.

Bersyukur… Banyak teman, sahabat, keluarga, saudara, dan relasi yang sangat perhatian kepada saya.. Sekedar tegur sapa, datang, diajak ngobrol langsung ataupun online saja sudah cukup mengurangi pikiran2 yang entah itu. Selebihnya… Mengalihkan pikiran dengan buka Tokopedia dan Shoopee…..😁

Tetap menghindari berita-berita TV dan hindari buka google soal covid. Referensi dan solusi hanya saya dapatkan dari sharing sesama teman penyintas covid dan dokter, biar gak makin cemas dan stres.

Maturnuwun tak terhingga kepada seluruh teman, sahabat, keluarga, saudara, dan relasi yang sudah memberikan banyak dukungan baik moral maupun material selama ini… Barakalloh untuk semuanya yang gak bisa disebutin satu per satu… Sehat sehat selalu yaaa…

Berharap dan terus berdoa, masa long covid ini bisa segera terlewati dan pandemi segera berakhir…. Aamiin Ya Allah…(*)