C
Jumat, Februari 3, 2023

Buy now

Kirab Merah Putih di Semarang, Irwan Hidayat : Indonesia Butuh Pahlawan Pengisi Kemerdekaan

SEMARANG – Untuk menjadi pahlawan tidak harus berlaga di medan perang seperti para pahlawan yang berjuang dalam kemerdekaan Indonesia. Dengan memberikan kontribusi dan berpartisipasi dalam pembangunan untuk menjadikan Indonesia menjadi negeri maju dan sejahtera itu juga bisa dikatakan pahlawan.

Hal tersebut disampaikan Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, usai mengikuti Kirab Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Pahlawan bersama jajaran Forkopimda Kota Semarang, Kamis (10/11/2022).

“Kalau dulu pahlawan berjuang melawan penjajah, tapi saat ini Indonesia Butuh Pengisi Kemerdekaan,” ujar Irwan.

Pengisi Kemerdekaan, lanjut Irwan, sebagai bentuk apresiasi para tokoh dan masyarakat yang memberikan kontribusi untuk kesejahteraan dan kemajuan Bangsa Indonesia.

“Gus Dur misalnya, saat Beliau menjadi Presiden ia mencetuskan pentingnya toleransi, menghilangkan diskriminasi. Perayaan Imlek diperbolehkan dan lain-lain. Tapi saat itu tidak populer dan dianggap melawan arus, tapi dampaknya untuk Bangsa Indonesia sangat positif hingga sekarang,” ujar Irwan.

Irwan menambahkan, tokoh lain yang layak disebut Pahlawan saat ini Megawati Soekarno Puteri saat menjabat Presiden, ia mencetuskan UU Kewarganegaraan.

“Meski saat itu banyak penolakan, banyak aksi-aksi, tapi dengan adanya UU itu berdampak sangat bagus untuk Indonesia,” imbuhnya.

Contoh lain, Budiman Sudjatmiko. Dia adalah pencetus UU Desa, dimana setiap desa diberi kewenangan untuk mengelola Dana Desa yang saat ini sangat membantu warga pedesaan dan mampu meningkatkan kesejahteraan desa.

“Tapi siapa Budiman Sudjatmiko ? Masyarakat tidak banyak yang tahu, karena tidak ada apresiasi. Padahal dia bisa dikatakan pahlawan karena mencetuskan ide untuk kesejahteraan Bangsa Indonesia,” jelas Irwan.

Terbaru, Presiden Joko Widodo. Beliau juga bisa disebut Pahlawan Bangsa, karena Pak Jokowi mengelola kekayaan alam untuk kesejahteraan rakyatnya.

“Misalnya kekayaan air, Pak Jokowi mengelola dengan baik dalam bentuk bendungan, tidak dibuang ke laut. Sehingga ketika musim kemarau bendungan bisa dimanfaatkan masyarakat. Jadi Pak Jokowi ini mengelola kekayaan negara untuk kekayaan negara,” tandas Irwan.

Kesimpulan dari itu semua, lanjut Irwan, untuk menjadi pahlawan saat ini tidak harus berjuang dalam perang, tidak harus menunggu meninggal, tapi orang atau tokoh yang memberikan kontribusi dan berpartisipasi dalam pembangunan untuk menjadikan Indonesia menjadi negeri maju dan sejahtera itu juga bisa disebut pahlawan. (aln)

Aning Karindra
Aning Karindrahttp://ketaketik.com
Aning Karindra (Alin) || Blogger || Jurnalis || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08122776668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Stay Connected

0FansSuka
3,695PengikutMengikuti
4,541PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles