SEMARANG- Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi mulai 5 Januari 2017 masih belum berdampak pada tingkat konsumsi di Jateng-DIY. Bahkan, tiga hari paska kenaikan harga, konsumsi BBM di kedua provinsi ini justru meningkat.
Area Manager Communication and Relation Pertamina Jawa Bagian Tengah, Suyanto mengatakan, saat ini konsumsi untuk BBM jenis Pertalite naik 11% menjadi 4.940 KL/hari dari rata-rata konsumsi harian. Sedangkan untuk Pertamax Series naik 10,58% menjadi 2.532 KL/hari.
“Meski harga naik, tapi untuk BBM jenis Pertalite dan Pertamax Series konsumsinya malah naik semua,” katanya.
Menurutnya, kenaikan konsumsi BBM ini diprediksi lantaran masih memasuki masa liburan yang berkaitan dengan Natal dan Tahun Baru 2017. Dengan begitu, banyak masyarakat yang bepergian dan membutuhkan BBM lebih banyak lagi.
“Momentum liburan ini justru kebutuhan BBM tinggi, sehingga harga naik pun tak berpengaruh,” ungkapnya.
Ditambahkan, tingginya konsumsi BBM jenis Pertalite dan Pertamax Series, dimungkinkan juga lantaran masyarakat sudah semakin sadar akan kendaraan masa kini yang membutuhkan BBM dengan angka oktan minimal 90. Dengan demikian, adanya lonjakan harga BBM tidak menggoyahkan kesadaran akan pentingnya BBM sesuai standar kendaraannya.
“Harapannya masyarakat juga tetap dapat bijak dalam memilih BBM yg cocok,” imbuhnya.
Namun demikian, lanjutnya, Pertamina masih akan terus memantau dampak dari kenaikan harga BBM, utamanya mulai pekan ini.
“Mengingat minggu ini masih masuk masa liburan, kami masih menunggu minggu depan untuk melihat pola konsumsi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, kenaikan konsumsi BBM juga terjadi pada jenis Premium. Meski tidak mengalami kenaikan harga, permintaan Premium naik 5% dari konsumsi normal harian yang kini mencapai 3.051 KL/hari.
Seperti diketahui, mulai 5 Januari 2017, Pertamina menaikkan harga BBM jenis Pertalite dari Rp7.050/liter menjadi Rp7.350/liter, Pertamax dari Rp7.750/liter menjadi Rp8.050/liter, Pertamax Turbo dari Rp8.800/liter menjadi Rp9.100/liter, Dexlite dari Rp6.900/liter menjadi Rp7.200/liter, dan Pertamina Dex Curah menjadi Rp8.500/liter.(aln)