JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan perannya dalam memperkuat fondasi digital nasional pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss. Forum global ini menjadi ajang strategis untuk mendorong kolaborasi internasional dalam mendukung transformasi ekonomi digital Indonesia.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, hadir sebagai narasumber dalam diskusi panel bertajuk Indonesia’s Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy. Sesi tersebut membahas strategi membangun ekonomi digital yang terhubung, kreatif, dan berdaya saing melalui inovasi dan kemitraan global.
Keikutsertaan Telkom sejalan dengan dibukanya kembali Indonesia Pavilion pada WEF 2026 yang mengusung tema Endless Horizons with Indonesia. Pavilion ini menjadi ruang temu pemangku kepentingan lintas sektor untuk membuka peluang kolaborasi dan investasi strategis.
Sebagai perusahaan digital telco terdepan, TelkomGroup memegang peran kunci dalam membangun infrastruktur digital nasional. Hingga kini, TelkomGroup telah menggelar lebih dari 180 ribu kilometer backbone dan kabel bawah laut serta terlibat dalam 27 sistem kabel laut internasional.
“Transformasi digital berkelanjutan membutuhkan fondasi industri yang kuat, tepercaya, dan terintegrasi. Melalui WEF Davos, Telkom menegaskan perannya sebagai penyedia infrastruktur digital strategis yang mendukung daya saing ekonomi digital Indonesia,” tambahnya.
Dian Siswarini menyebut TelkomGroup berkontribusi aktif dalam agenda pemerataan akses digital nasional. Perluasan jaringan tidak hanya difokuskan di pusat ekonomi, tetapi juga menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Saat ini, Telkomsel melayani 157,6 juta pelanggan mobile broadband, sementara IndiHome menjangkau 10,3 juta pelanggan fixed broadband. Jaringan TelkomGroup tercatat telah mencakup sekitar 97 persen populasi Indonesia.
Selain konektivitas, TelkomGroup juga memperkuat kedaulatan data nasional melalui pengembangan data center bersertifikasi internasional dan kapabilitas cloud lokal. Upaya ini mendukung digitalisasi pemerintah, dunia usaha, hingga UMKM.
Pada 2026, fasilitas Hyperscale Data Center di Cikarang serta HDC NeutraDC Nxera Batam yang AI-ready dijadwalkan beroperasi. Fasilitas ini didukung konektivitas internasional dan standar keamanan global untuk menjamin keandalan layanan.
“Indonesia siap tumbuh dan berkolaborasi secara terbuka dengan mitra global. TelkomGroup berkomitmen menjadi penghubung antara pemerintah, industri, dan mitra internasional demi menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia,” pungkasnya.(aln)


