C
Jumat, Maret 6, 2026

Buy now

Jaga Stabilitas Harga, GPM Serentak di 35 Daerah Jateng Digelar

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 35 kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Kegiatan bertema “Belanja Bijak Kunci Menjaga Stabilitas Harga” ini dipusatkan di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Jumat (6/3/2026).

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, membuka langsung kegiatan tersebut yang diikuti pemerintah daerah secara luring maupun daring. Program ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan ketersediaan sekaligus keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat.

“Gerakan pangan murah ini harus menjadi model agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dan harganya terjangkau,” tegasnya.

Ia menjelaskan, Jawa Tengah menjadi salah satu pusat pergerakan masyarakat saat arus mudik Lebaran. Peningkatan mobilitas tersebut membuat kebutuhan bahan pokok ikut meningkat sehingga pemerintah harus melakukan berbagai langkah antisipasi.

“Karena itu kita memperbanyak operasi pasar dan gerakan pangan murah agar masyarakat tetap bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Menurutnya pemerintah provinsi tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas harga. Sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, BUMD pangan, serta berbagai pihak menjadi kunci pengendalian inflasi daerah.

“Pemerintah bersama daerah harus bahu-membahu agar ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok tetap terjaga selama Ramadan hingga Idul Fitri,” tandasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Dyah Lukisari mengatakan, GPM dilaksanakan secara serentak dengan melibatkan pemerintah daerah, Perum Bulog, BUMD pangan, serta berbagai mitra strategis. Program ini juga mendapat dukungan Bank Indonesia dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Ia menjelaskan, pada pelaksanaan kali ini sebanyak 31 kabupaten/kota mengikuti kegiatan secara daring dari wilayah masing-masing. Sementara empat daerah lainnya telah lebih dahulu melaksanakan kegiatan serupa pada hari sebelumnya.

“Gerakan pangan murah ini merupakan langkah konkret agar masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, terutama saat permintaan meningkat menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” katanya.

Dyah Lukisari menyebut, sejumlah komoditas yang disalurkan dalam GPM serentak meliputi beras 74 ton, gula pasir 7.250 kilogram, minyak goreng 21.000 liter, telur ayam ras 15.000 kilogram, serta bawang putih 3.400 kilogram. Hingga saat ini program GPM di Jawa Tengah telah dilaksanakan sebanyak 333 kali dan berhasil memenuhi target yang ditetapkan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho mengatakan, stabilitas harga pangan perlu dijaga melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan para pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan pasokan, stabilisasi harga, kelancaran distribusi, serta komunikasi kepada masyarakat.

“Pada Februari 2026 inflasi Jawa Tengah tercatat sekitar 0,76 persen secara bulanan atau 4,43 persen secara tahunan. Angka ini masih di bawah inflasi nasional sebesar 4,76 persen, namun tetap perlu diwaspadai,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan agar stabilitas harga tetap terjaga. Pasokan pangan di Jawa Tengah, kata dia, dalam kondisi cukup sehingga tidak perlu terjadi pembelian secara berlebihan.

“Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja secara rasional dan tidak melakukan panic buying,” jelasnya.(aln)

Aning Karindra
Aning Karindrahttp://ketaketik.com
Aning Karindra (Alin) || Blogger || Jurnalis || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08122776668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
4,541PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles