Irwan Hidayat Ajak Masyarakat Investasi Saham, Keuntungan Bisa Capai 40 Persen
SEMARANG – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, mengampanyekan gerakan investasi saham kepada masyarakat Indonesia. Ia menilai jumlah investor saham di Tanah Air masih sangat kecil dibandingkan potensi ekonomi nasional.Irwan Hidayat menyebut, jumlah investor saham di Indonesia saat ini baru sekitar 21 juta orang. Angka tersebut dinilai masih jauh dari ideal jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa.“Pemain saham di Indonesia baru sekitar 21 juta orang. Itu masih kecil sekali. Padahal kalau mau sukses, marketnya harus besar. Makanya saya sekarang kampanye supaya masyarakat mulai berinvestasi di saham,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).Menurutnya, banyak masyarakat masih ragu bermain saham karena takut rugi atau memiliki pengalaman buruk di masa lalu. Padahal jika memilih perusahaan yang sehat dan memiliki reputasi baik, investasi saham dapat memberikan keuntungan yang lebih besar.Irwan Hidayat menilai, masyarakat masih lebih memilih menyimpan uang di bank atau bahkan menaruh uang tunai di rumah. Kebiasaan tersebut dinilai kurang produktif karena uang tidak berkembang.“Kalau saham itu bisa 40 persen. Minimal 15 sampai 20 persen bisa. Yang penting cari perusahaan yang jujur dan sehat,” katanya.Ia mencontohkan, perusahaan-perusahaan besar yang memiliki reputasi baik dan konsisten mencetak keuntungan. Saham perusahaan seperti itu dinilai layak menjadi pilihan bagi investor pemula yang ingin mulai berinvestasi.Irwan Hidayat juga mengingatkan pentingnya memahami indikator dasar seperti price earning ratio (PER) sebelum membeli saham. Dengan begitu, investasi yang dilakukan dapat lebih terukur.“Ada yang simpan uang di lemari puluhan juta. Ada juga yang uangnya dititipkan ke keluarga. Itu menurut saya tidak produktif,” ungkapnya.Ia menilai masih banyak masyarakat Indonesia yang menyimpan uang dalam bentuk tidak produktif. Bahkan sebagian orang memilih membuka usaha kecil tanpa perhitungan ekonomi yang matang.Irwan Hidayat menegaskan, peningkatan jumlah investor domestik sangat penting bagi kekuatan ekonomi nasional. Jika semakin banyak masyarakat berinvestasi di pasar saham, ketergantungan terhadap investor asing dapat dikurangi.“Kalau investor dalam negeri kuat, kita tidak terlalu tergantung pada investor asing yang punya dana besar,” jelasnya.Ia pun mengajak masyarakat mulai belajar berinvestasi saham dengan memilih perusahaan yang memiliki reputasi baik dan konsisten mencetak keuntungan.“Jangan biarkan uang menganggur. Cari perusahaan yang reputasinya sudah terbukti bertahun-tahun untung, lalu berinvestasilah di saham,” pungkasnya.(aln)


