C
Selasa, Juni 16, 2026

Buy now

BYD Perkenalkan Teknologi Dual Mode di Jateng

SEMARANG – PT BYD Motor Indonesia memperkenalkan teknologi terbaru Dual Mode (DM) kepada media dan masyarakat di Jawa Tengah. Teknologi yang disematkan pada BYD M6 DM ini menjadi solusi kendaraan elektrifikasi yang efisien sekaligus menjawab tantangan infrastruktur kendaraan listrik yang belum merata.

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan mengatakan, kendaraan yang diperkenalkan kali ini berbeda karena mengusung platform dan teknologi terbaru BYD. Teknologi tersebut mulai diperkenalkan sekitar dua bulan lalu melalui peluncuran model baru di Indonesia.

“Kendaraan ini memiliki karakter performa yang sangat baik, irit, serta menawarkan efisiensi yang jauh lebih tinggi dibanding kendaraan konvensional,” ujarnya, Senin (15/6/2026), disela Media Challenge BYD M6 DM, di Semarang.

Menurut Luther, teknologi Dual Mode melengkapi jajaran kendaraan elektrifikasi BYD yang selama ini sudah hadir di pasar Indonesia. Teknologi ini dirancang sebagai solusi transisi bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

“Teknologi ini menjadi jawaban atas berbagai tantangan, mulai dari kondisi infrastruktur hingga adopsi kendaraan listrik yang masih relatif lambat di sejumlah wilayah,” katanya.

Ia menjelaskan, kendaraan Dual Mode mampu memberikan efisiensi bahan bakar hingga sekitar 65 kilometer per liter. Angka tersebut telah dibuktikan dalam sejumlah pengujian dan kegiatan yang sebelumnya dilakukan BYD di berbagai daerah.

“Kami mampu mencapai efisiensi hingga 65 kilometer per liter bahkan lebih dalam beberapa pengujian yang telah dilakukan,” jelasnya.

Jawa Tengah dipilih sebagai lokasi ketiga setelah Jakarta dan Medan untuk memperkenalkan teknologi tersebut. BYD menilai wilayah ini memiliki potensi besar dalam pengembangan kendaraan elektrifikasi.

“Kami melihat Jawa Tengah sebagai wilayah yang sangat penting untuk memperkenalkan teknologi ini kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mencoba langsung kendaraan di rute yang mencerminkan kondisi jalan sehari-hari masyarakat Indonesia. Tidak ada perlakuan khusus maupun pengaturan tertentu agar hasil pengujian benar-benar menggambarkan penggunaan normal.

Sementara itu, Technical Trainer PT BYD Motor Indonesia, Boby Bharata menjelaskan bahwa teknologi Dual Mode menggabungkan keunggulan kendaraan listrik dengan fleksibilitas mesin konvensional. Sistem kendaraan akan secara otomatis menyesuaikan mode berkendara sesuai kondisi jalan dan kebutuhan pengemudi.

“Pengguna tidak perlu repot memilih mode tertentu karena sistem akan membaca kondisi kendaraan dan menentukan pengoperasian yang paling efisien secara otomatis,” katanya.

Menurut Boby, pada penggunaan harian di dalam kota, kendaraan lebih banyak memanfaatkan tenaga listrik. Sementara mesin bensin akan bekerja ketika diperlukan untuk menjaga efisiensi dan menambah jarak tempuh.

“Sebagian besar perjalanan dalam kota dapat menggunakan tenaga listrik sehingga biaya operasional menjadi lebih rendah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kendaraan yang digunakan dalam pengujian telah memiliki daya jelajah listrik lebih dari 110 kilometer. Dengan kombinasi sistem listrik dan mesin bensin, pengguna tidak perlu khawatir terhadap keterbatasan jarak tempuh saat bepergian.

“Teknologi Dual Mode dirancang agar pengguna mendapatkan pengalaman berkendara yang efisien, nyaman, dan tetap praktis untuk berbagai kebutuhan perjalanan,” tandasnya.(aln)

Aning Karindra
Aning Karindrahttp://ketaketik.com
Aning Karindra (Alin) || Blogger || Jurnalis || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08122776668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
4,541PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles