C
Sabtu, Agustus 15, 2026

Buy now

Kemkomdigi, Indosat, NVIDIA, dan UGM Resmikan Pusat Teknologi AI

YOGYAKARTA – Pemerintah, industri teknologi, dan perguruan tinggi memperkuat kolaborasi pengembangan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), NVIDIA, dan Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi meluncurkan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center (NVAITC).

Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, mengatakan NVAITC menjadi bagian dari Indonesia AI Center of Excellence (AI CoE) untuk memperkuat riset, talenta, dan inovasi AI nasional.

“Indonesia tidak hanya mengadopsi AI, tetapi juga mampu mengembangkan dan menyumbangkan inovasi AI ke dunia,” katanya.

Menurutnya, pusat teknologi tersebut menjadi pijakan dalam membangun kapasitas riset sekaligus kedaulatan AI Indonesia.

“AI harus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, daya saing nasional, dan solusi atas berbagai tantangan utama bangsa,” ujarnya.

UGM Indosat NVAITC menyediakan akses teknologi dan keahlian AI bagi peneliti serta mahasiswa UGM, didukung platform AI full-stack NVIDIA dan GPU Merdeka milik Indosat. Fasilitasnya mencakup computing, software AI, pretrained models, pelatihan, bimbingan teknis, dan kolaborasi industri.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan pentingnya pemerataan akses teknologi AI bagi talenta Indonesia.

“Tidak boleh ada satu pun masyarakat Indonesia yang tertinggal di era AI,” katanya.

Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA, Marc Hamilton, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan AI di berbagai sektor.

“Mulai dari kesehatan dan pertanian hingga penanggulangan bencana, peluang bagi AI untuk membawa perubahan nyata sangatlah besar,” ujarnya.

UGM Indosat NVAITC akan mengembangkan solusi AI terapan dengan fokus awal pada kesehatan, pertanian, dan kebencanaan. Sejumlah proyek yang dikembangkan antara lain eNose-TB untuk screening tuberkulosis, SmartAgri untuk pertanian presisi, dan Tech4Disaster untuk prediksi serta mitigasi bencana.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., mengatakan pusat tersebut memperluas akses mahasiswa dan peneliti terhadap infrastruktur AI canggih serta keahlian global.

“Kami memperkuat kolaborasi lintas disiplin di bidang strategis seperti kesehatan, pertanian, dan ketahanan bencana,” jelasnya.

Dosen FK-KMK UGM sekaligus Peneliti Utama Tim Riset eNose-TB UGM, Dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc., Ph.D., Sp.A., menilai dukungan infrastruktur AI akan mempercepat riset dan penerapan teknologi kesehatan.

“Teknologi yang dikembangkan di Indonesia mampu menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di dalam negeri,” katanya.

Peluncuran UGM Indosat NVAITC pada 13 Agustus 2026 menjadi bagian dari komitmen jangka panjang memperkuat riset, talenta, dan inovasi AI nasional. Kolaborasi tersebut sebelumnya diawali inisiasi tata kelola pada Juli 2025 dan penandatanganan Letter of Intent pada awal 2026. (aln)

Aning Karindra
Aning Karindrahttp://ketaketik.com
Aning Karindra (Alin) || Blogger || Jurnalis || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08122776668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
4,541PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles