JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali mempertahankan peringkat idAAA dengan prospek Stabil dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Peringkat tertinggi tersebut kembali diberikan pada Agustus 2026, mencerminkan kondisi keuangan yang sehat serta posisi SIG sebagai pemimpin pasar industri semen nasional.
Peringkat idAAA telah disematkan Pefindo kepada SIG sejak 2024. Selain SIG, Pefindo juga mempertahankan peringkat idAAA untuk Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2022 Seri B yang diterbitkan perusahaan.
Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, mengatakan capaian tersebut menjadi pengakuan atas kemampuan perusahaan menjaga kinerja tetap positif sekaligus mempertahankan ketahanan keuangan.
“Peringkat idAAA semakin memperkuat kredibilitas SIG dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan, serta mendorong peningkatan iklim yang kondusif bagi perkembangan investasi di Indonesia,” kata Indrieffouny.
Menurutnya, peringkat tersebut juga menjadi motivasi bagi SIG untuk terus meningkatkan kapabilitas melalui inovasi produk dan layanan berkualitas guna mendukung kebutuhan pembangunan.
Di tengah persaingan industri semen domestik yang semakin kompetitif, SIG menjalankan transformasi bisnis melalui tiga strategi utama. Strategi tersebut meliputi penguatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya melalui operational excellence, serta optimalisasi produk turunan dan portofolio.
SIG juga memperkuat pasar domestik melalui transformasi model bisnis, terutama pada sektor retail sales yang selama ini berkontribusi sekitar 70 persen terhadap total pendapatan perusahaan.
Penguatan tersebut dilakukan hingga menjangkau toko-toko bangunan. Strategi ini turut mendorong volume total penjualan SIG pada semester I 2026 mencapai 18,28 juta ton atau tumbuh 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 17,31 juta ton.
Dari sisi efisiensi, SIG terus meningkatkan operational excellence dengan menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam proses produksi. Salah satunya melalui pemanfaatan bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, serta sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).
Pemanfaatan bahan bakar alternatif tersebut dilakukan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan dan dekarbonisasi.
SIG juga memperkuat digitalisasi di sejumlah pabrik melalui pemanfaatan machine learning, big data, dan artificial intelligence. Teknologi tersebut digunakan untuk mengoptimalkan proses produksi, meningkatkan produktivitas, serta mendorong efisiensi penggunaan energi.
Untuk mempercepat dekarbonisasi, perusahaan juga mengembangkan sumber energi baru terbarukan melalui pemasangan panel surya di sejumlah unit operasional. Selain itu, SIG mengoptimalkan pemanfaatan gas panas buang dari proses produksi semen melalui Waste Heat Recovery Power Generation.
Sebelumnya, SIG telah melunasi Obligasi Berkelanjutan II Tahap I Seri A pada November 2025 dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Seri B pada Mei 2026. Pelunasan tersebut membuat kewajiban keuangan perusahaan turun Rp2,3 triliun sepanjang Januari hingga Juli 2026.
Penurunan kewajiban tersebut menunjukkan kemampuan deleveraging SIG sekaligus berdampak pada penurunan liabilitas berbunga dan beban keuangan perusahaan.
“SIG berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan untuk menjaga ketahanan keuangan sehingga dapat memenuhi komitmen keuangan jangka panjang, sekaligus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Indrieffouny.(aln)


