Bulog Jateng Gelontor 37.232 Ton Raskin

0
379

*Stok Aman Sampai April

  SEMARANG- Perum Bulog Divre Jateng siap menggelontorkan beras miskin (raskin) sebesar 37.232 ton setiap bulannya. Jumlah tersebut sesuai pagu raskin 2016 yang telah ditetapkan oleh pusat, untuk 2,4 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan masing-masing penerima sebanyak 15 kg beras/bulan.

Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Usep Karyana mengatakan, pagu raskin pada tahun ini tidak berbeda dengan tahun 2015, baik dari sisi volume penyaluran maupun RTS. Adapun penyaluran raskin 2016 sudah dimulai secara bertahap.

“Hingga Senin (25/1), penyaluran raskin untuk alokasi bulan Januari ini setidaknya sudah mencapai sekitar 10.000 ton dari 37.232 ton/bulannya,” katanya.

Menurutnya, prosedur penyaluran raskin dilakukan setelah adanya Surat Permintaan Alokasi (SPA) dari masing-masing kabupaten/kota. Selanjutnya, penyaluran akan dilakukan secara terjadwal dan bertahap.

“Saat ini setidaknya sudah ada 10 kabupaten/kota yang digelontor raskin. Dan kami targetkan akhir bulan ini seluruhnya sudah tersalurkan sesuai pagu yang ditetapkan,” ungkapnya.

Usep menjelaskan, penyaluran raskin tertinggi di Jateng ada di wilayah Bulog Sub Divre Pekalongan yang mencapai 7.575 ton/bulan. Selanjutnya untuk wilayah Sub Divre Semarang 5.589 ton/bulan, Pati 5.560 ton/bulan, Surakarta 6.667 ton/bulan, Banyumas 6.229 ton/bulan, dan Kedu 5.608 ton/bulan.

Dari sisi stok, lanjutnya, tingkat ketahanan atau ketersediaan raskin pun masih dalam kondisi aman hingga pertengahan April mendatang. Apalagi, beberapa daerah sudah mengalami panen, sehingga stok akan terus bertambah.

“Saat ini memang penyerapannya masih belum banyak, karena beberapa daerah baru panen, seperti di Demak, Grobogan, Pati, Kudus dan Blora. Nanti perkiraannya puncak masa panen di bulan April, dengan penyerapan bisa mencapai 6.000 ton per hari,” terangnya.

Ditambahkan, jika mengacu Inpres lama Nomor 5/2015, Harga Pokok Penjualan (HPP) beras petani masih dipatok Rp7.300/kg. Jika harga belum menemui titik temu, makan bisa dilakukan perubahan kembali.

“Kalau masih mengacu Inpres lama, Bulog siap kontrak. Pada tahun ini saja Bulog mentargetkan penyerapan beras di Jateng sebanyak 615.000 ton,” imbuhnya.
Sementara itu, dengan mulai digelontorkannya raskin ke masyarakat, Bulog berharap adanya stabilisasi harga beras di pasar.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here