Sido Muncul Berdayakan Desa Wisata Buah

0
1024

*Di Desa Diwak dan Bergas Kidul

  SEMARANG- Dua Desa di Kabupaten Semarang yaitu Desa Bergas Kidul dan Diwak memulai pembuatan Desa Wisata Buah. Buah yang ditanam cukup unik yaitu alpukat raksasa dan berbagai jenis durian termasuk durian pelangi berbuah merah.

Dua komoditas tersebut merupakan buah unggulan yaitu alpukat raksasa dengan jenis alpukat Wina. Satu buah saja bisa memiliki berat hampir 2 kg. Bibitnya diambil dari daerah Jetis, Bandungan, Kabupaten Semarang.

  “Alpukat ditanam di Dusun Krajan, Bergas Kidul dengan luas lahan Demonstrasi 5 ha, luas laham pengembangan 8 ha, jumlah tanaman 2 ribu batang, dan jumlah petani 60 orang,” kata Direktur Operasional PT Sido Muncul, David Hidayat selaku penyokong program Desa Wisata Buah di dua desa tersebut, Rabu (27/1).

  Sementara itu ada tiga jenis durian unggul yang akan ditanam di Desa Diwak yaitu Durian Matahari, Durian Bawor, dan Durian Pelangi. Diharapkan dua varietas buah itu bisa menjadi ciri khas daerah yang menjadi pusat penanaman.

“Durian ditanam di Dusun Kalisori, Diwak dengan luas lahan Demplot 2 hektar, luas lahan pengembangan 2 ha, jumlah tanaman 300 batang dan jumlah petani 33 orang,” tandasnya.

Indra Dewi selaku Konsultan PT Sido Muncul untuk pengembangan Desa Wisata Buah mengatakan durian Matahari sudah terkenal unggulnya dan berasal dari Bogor, sedangkan durian Bawor kualitasnya sudah seperti durian Montong bahkan punya ukuran lebih besar.

“Kalau durian pelangi itu bibitnya asli dari Manokwari karena satu-satunya di sana. Durian pelangi unik karena warna buahnya merah, ada kuningnya, seperti pelangi. Rasanya pun enak,” kata Indra.

Pencanangan Desa Wisata Buah itu diresmikan oleh Kepala Badan Penuluhan dan Pengembangan SDM Kementrian RI Pending Dadih Permana, Asisten II Gubernur Jateng Joko Sutrisno, Pj Bupati Semarang Sujarwanto Dwiatmoko dan David Hidayat di Desa Diwak.
Meski demikian Desa Wisata Buah khusus durian dan alpukat itu baru bisa dinikmati 3 sampai 4 tahun mendatang sampai pohon berbuah. Meski demikian wisatawan sekarang tetap bisa menikmati indahnya alam di Desa Diwak dan berendam di kolam air panas.

“Ini ditanam di sini, di bawah ada pemandian air panas, cukup bayar Rp 3 ribu,” pungkas salah satu warga sekitar.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here