Harga Komoditas Pangan Terus Menurun

0
368

pangan

SEMARANG- Bank Indonesia memprediksi, harga-harga komoditas di Jawa Tengah cenderung stabil, bahkan terus mengalami penurunan. Pada bulan Maret ini, komoditas beras, bawang merah, cabai merah teropong besar dan cabai rawit hijau sudah turun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, Iskandar Simorangkir mengatakan, selain komoditas pangan yang turun, harga BBM juga turun. Melihat fenonema tersebut, TPID Jateng. Akan terus melakukan pemantauan pasokan dan harga secara intensif.

“TPID berusaha menjaga stabilitas harga, dan kami akan terus melakukan pemantauan pasokan dan harga secara intensif, salah satunya melalui optimalisasi penggunaan SiHaTi berbasis android oleh seluruh kepala daerah dan TPID kabupaten/kota se-Jawa Tengah,” katanya.

Ditambahkan, melalui SiHaTi, pemantauan intensif tidak hanya dilakukan di level provinsi namun juga di level kabupaten/kota. Koordinasi antar daerah dan satuan kerja melalui virtual meeting SiHati juga diharapkan mampu menghasilkan langkah  antisipatif yang efektif dan cepat jika terjadi gejolak harga.

“Pada Februari 2016 kemarin, Provinsi Jawa Tengah mengalami deflasi sebesar 0,24% (mtm), setelah pada Januari 2016 mengalami inflasi sebesar 0,48% (mtm). Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan dengan historis inflasi Februari selama 5 tahun terakhir (2011-2015) yang sebesar 0,11%, dan juga lebih rendah dibandingkan deflasi nasional yang sebesar 0,09% (mtm),” imbuhnya.

Secara spasial, lanjutnya, seluruh kota perhitungan inflasi di Jawa Tengah tercatat mengalami deflasi, terbesar terjadi di Kota Semarang (0,30% -mtm). Berdasarkan disagregasinya, deflasi bersumber pada seluruh kelompok komoditas dengan deflasi terdalam terjadi pada kelompok volatile foods sebesar 1,11% (mtm).

“Angka tersebut juga lebih rendah dibandingkan rata-rata historis volatile foods pada Februari selama 5 tahun terakhir yang tercatat deflasi sebesar 0,25%,” jelasnya.

Menurutnya, tarif listrik, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit tercatat sebagai komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar. Deflasi kelompok volatile foods terutama bersumber dari koreksi harga bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit.

“Penurunan harga bawang merah didorong oleh peningkatan pasokan akibat panen di Brebes dan Demak. Sementara itu, koreksi harga daging ayam ras dan telur ayam ras didorong oleh penurunan biaya pakan akibat memasuki masa panen jagung dan impor jagung oleh Bulog,” ungkapnya.

Sementara itu, deflasi kelompok administered prices yang sebesar 0,51% (mtm), lebih rendah dibandingkan rata-rata historis pada Februari selama 5 tahun terakhir yang tercatat inflasi sebesar 0,004%. Deflasi bersumber dari penyesuaian tarif listrik sesuai harga keekonomiannya dari Rp1.409/Kwh menjadi Rp1.392/Kwh (turun 1,23%), serta penurunan bahan bakar rumah tangga dan bensin sebagai dampak turunnya harga Pertamax per 5 Februari 2016 lalu.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.