Telkom Wujudkan 35 Kampung UKM Digital

0
329
- KAMPUNG UKM DIGITAL- General Manager Telkom Witel Semarang, Amanudin; Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Litany Satya, dan Founder Tangan Terampil. Naneth; melakukan pemotongan pita dalam Pembukaan Kampung UKM Digital di Komunitas UKM “Tangan Terampil” di Jalan Admodirono Semarang, pekan kemarin. Foto : ANING KARINDRA
- KAMPUNG UKM DIGITAL- General Manager Telkom Witel Semarang, Amanudin; Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Litany Satya, dan Founder Tangan Terampil. Naneth; melakukan pemotongan pita dalam Pembukaan Kampung UKM Digital di Komunitas UKM “Tangan Terampil” di Jalan Admodirono Semarang, pekan kemarin. Foto : ANING KARINDRA
– KAMPUNG UKM DIGITAL- General Manager Telkom Witel Semarang, Amanudin; Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Litany Satya, dan Founder Tangan Terampil. Naneth; melakukan pemotongan pita dalam Pembukaan Kampung UKM Digital di Komunitas UKM “Tangan Terampil” di Jalan Admodirono Semarang, pekan kemarin. Foto : ANING KARINDRA

*Bantu Tingkatkan Kompetensi UKM

 
SEMARANG– PT Telkom Regional IV Jateng dan DIY mentargetkan membuka 38 kampung UKM Digital hingga akhir tahun 2016 ini. Hingga saat ini, telah siap 9 lokasi di Jateng dan DIY.

General Manager Telkom Witel Semarang, Amanudin mengatakan, UKM digital merupakan sumbangsih Telkom dalam rangka memajukan dan memodernisasi para pelaku UMKM, sehingga mereka lebih murah untuk mendapatkan, akses pasar melalui online.

“Selain itu dalam rangka meningkatkan kompetensi pelaku UKM, dalam penguasaan teknologi informasi, melalui penyediaan akses internet dan komputer di setiap komunitas UKM binaan Telkom,” katanya, usai pembukaan Kampung UKM Digital, di Komunitas UKM “Tangan Terampil” di Jalan Admodirono Semarang, pekan kemarin.

Dijelaskannya, kampung UKM Digital pertama kali dilansir Telkom pada Juni 2015 lalu. Hingga saat ini secara paralel, Telkom juga tengah dan sudah mempersiapkan, beberapa lokasi kampung UKM, baik dalam bentuk penarikan infrastruktur, jaringan akses, pelatihan ataupun branding.

“Yang sudah disiapkan diantaranya, Kampung Batik Laweyan Solo, Griya UKM Yogyakarta, Kampung Cikal USU Medan, Sukabumi, Mataram, Jambi, Tasikmalaya, serta Sentra busana muslim Khazanah di Batam,” jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang, Litany Satya mengatakan, Kampung UKM Digital diharapkan bisa menjadi bagian dari embrio yang nantinya akan menjadikan UMKM-UMKM di Semarang melakukan hal yang sama.

“Hari gini memang kita harus sudah memanfaatkan teknologi agar kita tidak tergilas dengan perkembangan zaman,” katanya.

Dia menambahkan, dengan tersedianya akses internet yang baik, dan pola pemasaran melalui online, para pelaku UKM juga harus bertanggung jawab dengan memberikan produk yang berkualitas.

“Jangan sampai, gambarnya diinternet bagus sampai lokasi tidak sesuai, ini akan menjadi masalah, yang akhirnya membuat pelaku UMKM tidak akan dipercaya pasar,” imbuhnya.

Menurutnya, pelaku UMKM di Kota Semarang memiliki daya saing yang cukup bagus untuk bersaing dengan produk-produk dari daerah lain. Produk seperti Batik, tas, kerajinan, memiliki kualitas yang sangat baik

Disebutkannya, jumlah pelaku UMKM di Kota Semarang terus saat ini terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Rata-rata pertumbuhan setiap tahun sekitar 1,97 persen.

Sementara itu, Bernadette Natalia Sari Pujiastuti koordinator UKM Tangan Terampil menyatakan, Tangan Terampil berusaha untuk mengembakan potensi pelaku UKM secara kualitas dan kiantitas dalam hal produk, melalui berbagai pelatiahan dan pembinaan.

“Melalui pelatihan tersebut diharapkan bisa meningkatkan keahlian, dan juga meningkatkan pemasaran,” ucapnya.

Dijelaskannya, total UKM yang tergabung dalam Tangan Terampil sekitar 30 pelaku UKM, yang memiliki berbagai macam produk, mulai dari makanan olahan, handycraf, kerajinan sepatu, batik dan lainnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here