Semen Indonesia Raih Penghargaan

0
278

image

– PENGHARGAAN- Direktur Komersial PT Semen Gresik, Mukhamad Saifudin, menerima penghargaan ‘The Best Indonesia Green Awards 2016, di Taman Tebet, Jakarta, Sabtu (21/5). Foto : IST/ANING KARINDRA

SEMARANG- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dinobatkan sebagai “The Best Indonesia Green Awards 2016” oleh La Tofi School of CSR, dalam ajang Indonesia Green Awards 2016. Penghargaan diterima oleh Direktur Komersial PT Semen Gresik, Mukhamad Saifudin, di Taman Tebet, Jakarta, Sabtu (21/5).

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Perseroan meraih penghargaan di enam kategori sekaligus, yakni Penyelamatan Sumber Daya Air, Penghematan Energi Baru dan Terbarukan, Pengembangan Keanekaragaman Hayati, Pelopor Pencegahan Polusi, Pengembangan Pengolahan Sampah Terpadu, dan Pelopor Pengelolaan Limbah B3 Industri. 
Penghargaan ini semakin mengokohkan posisi Perseroan sebagai perusahaan green industry terkemuka di Indonesia. Mukhamad Saifudin sangat mengapresiasi penghargaan ini, karena Semen Indonesia sangat berkomitmen dalam pemeliharaan lingkungan.

“Kami telah menerapkan prinsip Triple Bottom Line, yaitu Planet, Profit, dan People dalam operasional perusahaan sebagai strategi bisnis berkelanjutan. Jadi, Semen Indonesia tidak hanya mementingkan keuntungan, tapi juga pelestarian lingkungan dan pengembangan masyarakat,” kata Saifudin.

Lebih dari itu, Perseroan menjadi solusi dalam pengelolaan limbah B3 dan limbah industri lainnya, antara lain pemanfaatan biomassa, seperti sekam padi, serbuk kayu, sabut kelapa, dan limbah tembakau sebagai bahan bakar alternatif operasional pabrik. Selain sebagai bentuk efisiensi Perseroan, pemanfaatan biomassa mendatangkan banyak keuntungan.

“Pemanfaatan biomassa untuk bahan bakar alternatif juga akan menjaga kelestarian lingkungan karena mengurangi emisi gas rumah kaca. Selain itu, memberi stimulus bagi perekonomian lokal karena kebutuhan biomassa didatangkan dari wilayah sekitar pabrik,” ujar Saifudin.

Selain pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar alternatif, Perseroan juga memiliki program penyelamatan lingkungan dengan memanfaatkan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif melalui proyek Refuse Derived Fuel (RDF) atau Program Waste to Zero. Perseroan melaksanakan program Waste to Zero di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngipik, Kabupaten Gresik.

“Setiap harinya tempat pengolahan sampah mampu mengolah 650 meter kubik sampah atau 217 ton per hari, sehingga secara langsung juga memberikan kontribusi pengurangan sampah perkotaan yang dihasilkan Kabupaten Gresik,” jelasnya.

Proyek tersebut, lanjutnya, mengolah sampah menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali menjadi kompos dan juga campuran bahan bakar biomass untuk pabrik di Tuban. Adapun dalam pengelolaan air, Semen Indonesia sudah lama memanfaatkan area bekas tambang tanah liat sebagai sumber air untuk pertanian di Tuban.

“Upaya ini dapat menambah cadangan air yang mampu meningkatkan produktivitas petani di sekitar pabrik,” terangnya.

Ditambahkan, pemanfaatan area bekas tambang kapur dilakukan penghijauan dengan menanam pohon pelindung dan tanaman produktif serta tanaman buah. Berbagai jenis burung langka dilepas untuk memanfaatkan hasil penghijauan menjadi rumah dan tempat berkembang biak.

“Masyarakat sekitar pabrik juga dilibatkan dalam menanam berbagai jenis tanaman pangan seperti jagung, kacang tanah, serta lainnya dan terus dilakukan pembinaan bekerjasama dengan Dinas Pertanian setempat. Kelompok masyarakat ini disebut sebagai petani green belt,” imbuh Saifudin.

Selain kegiatan diatas, Perseroan telah membangun pembangkit listrik dengan memanfaatkan panas gas buang atau yang lebih di kenal dengan WHRPG di PT Semen Padang sebesar 8 MW. Proyek tersebut akan berkontribusi pada pengurangan emisi CO2 sebesar 43.000 ton/tahun.

“Dan dalam proses pembangunan di pabrik Tuban sebesar 30,6 MW yang akan mengurangi emisi CO2 sebesar 122.000 ton/tahun,” ungkapnya.

Sementara, dengan telah diterapkannya green concept pada seluruh lini, mulai dari penambangan, pengelolaan area bekas tambang, produksi, sampai aspek distribusi, maka tidak berlebihan jika produk Semen Indonesia Group, di pasar domestik dengan merk Semen Padang, Semen Gresik, dan Semen Tonasa ini adalah produk yang ramah lingkungan. (aln)

Berita sebelumyaPasar Mobil LCGC Menggeliat
Berita berikutnyaPersatuan Wanita Patra Gelar Bakti Sosial
Aning Karindra (Alin) || Blogger || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08112706668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Path : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here