131 SPBU Siap Jual Dexlite

0
323

*Target Sampai Akhir Tahun

image

– DEXLITE- General Manager PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY, Kusnendar, melakukan pengisian perdana produk terbaru Pertamina ‘Dexlite’, dalam uji pasar yang dilakukan Kamis (26/5), di SPBU Fatmawati Semarang. Foto : ANING KARINDRA

SEMARANG- PT Pertamina MOR IV Jateng-DIY mentargetkan, sebanyak 131 Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) di wilayahnya hingga akhir tahun ini bisa menjual bahan bakar baru jenis ‘Dexlite’. Target ini diberikan seiring diluncurkannya ‘Dexlite’ di pasaran Jateng-DIY mulai hari ini.

General Manager PT Pertamina MOR IV, Kusnendar mengatakan, untuk tahap awal, baru lima SPBU yang sediakan ‘Dexlite’, yaitu di Semarang, Brebes, Kedu, Banyumas, dan Cilacap. Selanjutnya, bulan depan akan ada 15 lagi dan akan terus bertambah, khususnya untuk wilayah-wilayah yang potensial, seperti Pantura.

“BBM yang memiliki kualitas di atas Solar bersubsidi ini lebih ramah lingkungan dan dijual dengan harga Rp6.650 per liter,” katanya, disela-sela Penjualan Perdana Dexlite di SPBU 4450210 Fatmawati, Ketileng Semarang, kemarin.

Terkait target penjualan ‘Dexlite’, Kusnendar mengaku, pihaknya belum mentargetkan berapa besar penjualan untuk produk baru tersebut. Hal itu dikarenakan saat ini masih fokus untuk memperbanyak jumlah SPBU yang menjual Dexlite.

“Untuk SPBU yang bisa menjual Dexlite adalah SPBU yang memiliki fasilitas yang memadai. Dan sekarang ini kami masih fokus memperbanyak SPBU yang menjual dulu. Kalau untuk konsumsi kan tergantung pasar, semisal hari ini bisa 1 KL besok bisa lebih,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk segmentasi dari Dexlite adalah kendaraan-kendaraan bermesin disel. Harapannya, kendaraan-kendaraan kelas menengah yang selama ini mengkonsumsi Solar bersubsidi bisa beralih ke Dexlite.

“Dexlite seperti halnya pertalite, merupakan salah satu alternatif untuk kendaraan namun khusus yang bermesin diesel. Kualitas dexlite sendiri di atas solar namun masih di bawah pertamina dex,” ungkapnya.

Dijelaskan, Dexlite memiliki kandung Catene Number (CN) sebesar 51, sementara Solar 48 dan untuk Pertamina Dex mengandung CN 53. Dexlite juga mengandung sulfur maksimal 1.200 ppm (part per million),sehingga ramah lingkungan.

“Selisih harga dengan Solar bersubdisi tidak terpaut banyak, sehingga harapnnya pengguna solar bisa beralih,” ujarnya.

Ketua Hiswana Migas Kota Semarang, Muhammad Yanuar menyatakan, saat ini masyarakat sudah lebih bijak dalam memilih BBM. Kesadaran masyarakat untuk memilih BBM non subdisi sudah semakin tinggi.

“Sejak adanya Pertalite konsumsi BBM non subsidi meningkat, dan harapannya dengan adanya Dexlite pengguna kendaraan yang sebelumnya menggunakan Solar Subsidi bisa beralih,” jelasnya.

Dia mengakui dengan adanya produk baru tersebut, pengusaha SPBU yang hendak menjual Dexlite harus menambah investasinya, karena harus menambah tangki penampungan dan juga dispenser.

“Investasinya paling tidak Rp500 jutaan,” tandasnya.(aln)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.