16.000 Pedagang Jamu Mudik Gratis Bareng Sido Mudik 

0
435


SEMARANG- Bicara tentang Mudik Gratis, masyarakat pasti identik denganSido Muncul sebagai pelopornya sejak tahun 1991.  Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Jumat (1/7) kemarin, Sido Muncul kembali menggelar Mudik Gratis yang ke-27 kali bagi

 pedagang jamu se-Jabodetabek.


Sedikitnya 16.000 pemudik turut mudik bersama Sido Muncul, dengan menggunakan 270 bus. Terdapat tujuh kota tujuan mudik, yakni Cirebon, Kuningan, Tegal, Banjarnegara, Solo, Wonogiri, dan Jogjakarta.
 
Sebanyak 186 bus, diberangkatkan dari area Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Sedangkan sisanya diberangkatkan dari Sukabumi, Bandung, Tangerang, Cilegon, Serang, Cikampek, Bogor, dan Cibinong. 

Di Jakarta, para pemudik akan dilepas oleh MenteriLingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar; Dirjen Perhubungan Darat, Pudji Hartanto; Deputi bidangPengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy RekoAstuty; Asisten Deputi Gubernur bidang Transportasi, SunariM. Sinaga; Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Syamsul Bahri; Ibu Desy Sulistio, Generasi kedua pendiri Sido Muncul; Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk, Sofyan Hidayat; danDirektur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat.

 
Mudik Gratis Sido Muncul pertama kali dilaksanakan pada tahun 1991 di Lapangan Parkir Timur Senayan dengan 17 bus diikuti oleh 1.200 pedagang jamu. Namun, beberapa tahun terakhir peserta mudik adalah para pedagang jamu, jamu gendong, pedagang asongan, dan pembantu rumah tangga.

Direktur Utama PT Sido Muncul Tbk, Sofyan Hidayat mengatakan, sebagai perusahaan yang mempelopori Mudik Gratis sejak tahun 1991, Sido Muncul telah memberangkatkan sebanyak ± 316.400 pemudik yang merupakan pedagang jamu dan keluarganya.

 
“Tahun ini, jumlah peserta Mudik Gratis Sido Muncul berkurang dibandingkan tahun lalu. Hal ini dikarenakan ekonomi pedagang jamu membaik, dan makin banyaknya perusahaan atau institusi yang menyelenggarakan mudik gratis,” kata Sofyan Hidayat.

Direktur PT Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat menambahkan, ide mudik gratis ini adalah dari adik saya Sofyan Hidayat yang sekarang menjabat sebagai Direktur Utama. Selama tiga tahun dari tahun 1991-1993, kegiatan mudik dilakukan secara sederhana dan tidak ada pejabat pemerintah yang melepas para pemudik.


“Saat itu yang mewakili direksi untuk melepas para pemudik, adalah Marketing Manager Kris Irawan. Ini kan acara bagus, kenapa tidak dikelola dandipublikasikan?” kenang Irwan. 

 

Oleh karena itu, lanjut Irwan, pada tahun 1994, Sido Muncul melakukan kegiatan mudik gratis ini dengan serius. Bahkan memberikan hiburan untuk para pemudik, mempromosikan produk SidoMuncul pada bus, mengundang pejabat untuk melepas keberangkatan dan mempublikasikan kegiatan tersebut.

“Pada acara mudik gratis ke 27 ini, Sido Muncul mengkampanyekan tentang perlunya menjaga lingkungan. Untuk mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup yang memberlakukan plastik berbayar pada tahun ini,” ujarnya.

 
Dijelaskan, Sido Muncul membuat iklan Tolak Linu dengan tema Ayo Memilah Sampah, untuk mendukung pemerintah. Olehkarena itu, di setiap bangku bus  yang akan digunakan pemudik, Sido Muncul memasang stiker komik yang mengajarkan masyarakat agar memisahkan sampah plastiksupaya bisa didaur ulang.

 
“Dengan produk Tolak Linu Mint, kami buat iklan peduli lingkungan,  yang mengajak masyarakat supaya memisahkan sampah plastik dengan sampah makanan agar dapat di daur ulang,” jelasnya.


Irwan menuturkan, setiap hari, Indonesia menghasilkan 200.000 ton sampah, dimana 30.000 ton dintaranya merupakan sampah plastik. Sedangkan yang bisa didaur ulang hanya 10.000 ton, dan sisanya yang 20.000 ton membebani lingkungan.
 
“Untuk menjaga lingkungan supaya bisa berhasil, dibutuhkan partisipasi masyarakat. Dan itu sama pentingnya dengan membangun perekonomian,” tuturnya.

 
Selain memberikan edukasi pentingnya menjaga lingkungan kepada peserta mudik, pada mudik kali ini Sido Muncul juga memberikan kesempatan kepada seluruh peserta mudik untuk mendaftar operasi katarak di area keberangkatan. 

 
Seperti diketahui, Sido Muncul adalah perusahaan yang didirikan pada tahun1951, oleh Ibu Rahmat Sulistio, dan telah menjadi perusahaan terbuka pada 18 Desember 2013. Sido Muncul adalah perusahaan yang bergerak dibidang Obat Herbal. 


Saat ini Sido Muncul dikelola oleh generasi ketiga, yaitu IrwanHidayat, Sofyan Hidayat, Sigit Hartoyo, Johan Hidayat, danDavid Hidayat. Sebagai perusahaan terbuka, Sido Muncul juga dikelola oleh beberapa profesional dan seorang komisaris independen.

 
Saat ini Sido Muncul telah memproduksi lebih dari 150 produk, dengan produk unggulan Tolak Angin, Kuku Bima Energi, Tolak Linu Herbal, dan Alang Sari Plus.(aln)

Berita sebelumyaBandara Ahmad Yani Tambah 27 Extra Flight
Berita berikutnyaXL Gelar Mudik Xtra Berkah
Aning Karindra (Alin) || Blogger || www.ketaketik.com || ketaketikita@gmail.com || 08112706668 || Semarang, Jawa Tengah, Indonesia || Instagram : ketaketikcom || Twitter : ketaketik || Facebook : ketaketikcom || FanPage : ketaketikcom || Path : ketaketikcom || Ketaketik.com dibangun sejak 2015. Portal ini merupakan bagian dari aktifitas blog jurnalis yang dikelola pribadi dan mengabarkan informasi yang layak Anda simak dan bagikan. || Konten Ketaketik.com dapat dipertanggungjawabkan, karena disajikan secara profesional melalui proses jurnalistik, dengan melihat, mendengar, dan menyampaikan pesan yang akurat. ||

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.